Ilustrasi kecelakaan keteta api. (documentingreality.com_) Ilustrasi kecelakaan keteta api. (documentingreality.com_)
Jumat, 13 Oktober 2017 13:55 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Pulang Belanja, Kakek Tersambar Kereta Lodaya

Pria berusia 82 tahun ini harus meregang nyawa setelah tertabrak kereta api Lodaya jurusan Solo-Bandung

Solopos.com, JOGJA– Nasib nahas dialami oleh Puspohadisanyoto, warga Sapen, Demangan, Gondokusuman, Jogja, Jumat (13/10/2017).

Pria berusia 82 tahun ini harus meregang nyawa setelah tertabrak kereta api Lodaya jurusan Solo-Bandung, usai berbelanja di Pasar Talok, Gondokusuman.

Menurut petugas parkir Pasar Talok, Ari Subiyanto, 43, Saat ditolongnya korban sudah masuk ke saluran air. Ari mengatakan bahwa korban pasti tidak mengetahui keberadaan Kereta Lodaya. “Sudah tua, pendengarannya kurang,” jelas pria yang biasa dipanggil Ari.

Ari yang saat itu mengatur kendaraan, mendengar jelas klakson panjang milik Kereta Lodaya. Ia hafal betul, ketika klakson panjang kereta berbunyi pasti ada potensi bahaya disana. “Itu saya langsung lari, terus cari – cari kok tidak ada, eh di got,” katanya.

Puspohadisanyoto tertabrak sekitar pukul 08.00 WIB. Saat diketemukan, korban tewas dengan luka di kepala. Tubuh korban juga terhempas sejauh 10 meter dari titik tabrak. “Bareng Satlantas pas lewat tadi [menolongnya],” jelas Ari.

Kasat Reskrim Polsek Gondokusuman, Iptu Bambang Dwi membenarkan bahwa Puspohadisanyoto itu sedang mengambil belanjaannya yang terjatuh di tepi rel kereta. Puspo yang memiliki masalah pendengaran tidak mengetahui kereta dari arah timur. “Memiliki masalah pendengaran, tidak dengar dan tidak melihat,” jelasnya.

Bambang berharap masyarakat untuk mematuhi aturan dan memperhatikan keadaan sebelum menyeberang. Menurutnya kereta yang telah memiliki jalur khusus harus dimengerti masyarakat. “Hati-hati, tengok kiri kanan. Ya korban sudah tua,” imbuhnya.

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…