Sekda DIY, Gatot Saptadi mengunjungi stan dalam Pameran Produk Ekspor Daerah (PPED) atau yang juga dikenal dengan Jogja Trade Expo ke-22 yang sedang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (12/10/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Sekda DIY, Gatot Saptadi mengunjungi stan dalam Pameran Produk Ekspor Daerah (PPED) atau yang juga dikenal dengan Jogja Trade Expo ke-22 yang sedang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (12/10/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 13 Oktober 2017 05:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Produk Ekspor Dipamerkan di JEC

Pemda DIY selenggarakan pameran produk ekspor.

Solopos.com, JOGJA–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY berupaya menarik buyer alias pembeli dari luar negeri untuk berkunjung ke Jogja. Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan menggelar pameran di Jogja yang pelaksanaannya beriringan dengan pameran di Jakarta.

Hal tersebut sudah dibuktikan dari kegiatan Pameran Produk Ekspor Daerah (PPED) atau yang juga dikenal dengan Jogja Trade Expo yang sedang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) mulai 12-16 Oktober 2017. Penyelenggaraan pameran ke-22 ini beriringan denga Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta. “Harapannya buyer di Jakarta juga berkunjung ke Jogja untuk bertemu langsung dengan perajin dan melakukan kunjungan ke sentra-sentranya,” kata Kepala Disperindag DIY, Budi Antono dalam acara pembukaan pameran, Kamis (12/10/2017).

Saat menghadiri pembukaan TEI di Jakarta yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Anton mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) agar mengajak buyer dari 73 negara tersebut meneruskan kunjungannya ke Jogja. “Sayang kalau buyer manca tidak diteruskan ke Jogja. Buyer luar negeri itu kalau ada pameran ingin melihat langsung proses produksi. Kalau di Jakarta kan sulit tapi kalau di Jogja dekat misal ke perak Kotagede dan kerajinan di Imogiri,” lanjutnya.

Dengan menarik buyer datang ke Jogja, buyer juga akan mendapatkan harga produk yang lebih terjangkau karena bisa memesan langsung dari perajinnya. “Bisa memutus mata rantai yang panjang,” tegasnya. Dengan meningkatnya jumlah buyer di DIY, diharapkan ekspor produk DIY semakin meningkat.

Anton mengatakan, saat ini ekspor DIY terus meningkat signifikan. Komoditas utama yang terus mengisi pasar ekspor adalah tekstil, mebel, dan sarung tangan kulit. Adapun tujuan ekspor masih didominasi Uni Eropa dengan nilai ekspor 18,6 juta US$, Amerika Serikat 9,6 juta US$, dan Jepang 1,4 juta US$. Upaya peningkatan ekspor terus dilakukan, salah satunya dengan diversifikasi pasar. Tahun depan, kata Anton, Disperindag akan menggelar pameran produk di Afrika dan Italia.

Sekda DIY, Gatot Saptadi yang hadir memberi sambutan dalam pembukaan PPED tersebut berharap agar pameran yang dilaksanakan bisa meningkatkan nilai transaksi dari produk yang dihasilkan dan menjadi kemajuan menghadapi persaingan bebas di lingkup global.

“Pameran ini mempunyai arti penting bagi referensi dan promosi tentang produk unggulan, khususnya furnitur, aksesoris, fesyen di bawah payung UMKM,” terangnya.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Dana Pensiun Ternyata Bukan Untuk PNS Saja

“Tahun kemarin [2016] ada satu yang dilikuidasi. Bisa saja karena pendanaannya tidak kuat” Solopos.com, JOGJA-Belum banyak masyarakat yang memahami dana pensiun swasta meskipun keberadaannya telah diatur dalam Undang-Undang No 11/1992 tentang Dana Pensiun. Jamaludin Joyoadikusumo selaku Direktur Dana Pensiun Muhammadiyah…