Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti panen raya padi di Kasepuhan, Kabupaten Batang, Jateng, Rabu (30/8/2017).(JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti panen raya padi di Kasepuhan, Kabupaten Batang, Jateng, Rabu (30/8/2017).(JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra)
Jumat, 13 Oktober 2017 08:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PERTANIAN JATENG
Ganjar Dorong Petani Dongkrak Nilai Jual Produk, Begini Kiatnya...

Pertanian Jateng didorong Gubernur Ganjar Pranowo meningkatkan nilai jual produk.

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong para petani meningkatkan nilai jual produk dengan mengolahnya terlebih dulu, sehingga di pasaran bisa menjadi lebih bernilai.

“Selama ini petani hanya fokus pada on farm atau produksi, sementara pemasarannya [off farm] hanya sebatas menjual hasil panen. Petani perlu didorong lebih kreatif meningkatkan nilai jual produk pertaniannya, salah satunya dengan mengolah produk agar memiliki harga jual tinggi di pasaran,” katanya di Kota Semarang, Jateng, Kamis (12/10/2017).

Ganjar mencontohkan, petani padi yang menjual panennya dalam bentuk gabah kering hanya mendapat Rp3.700/kg, sedangkan gabah kering giling dihargai Rp5.100/kg. “Bagaimana agar berasnya bisa laku Rp12.000? maka pengemasannya dibuat menarik, dibuat brand atau mungkin organik,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Menurut Ganjar, upaya menyejahterakan petani tidak bisa dilakukan dengan cara ekstensifikasi lahan pertanian larena luasnya dari tahun ke tahun terus berkurang. Saat ini, kata Ganjar, alih fungsi lahan pertanian di Provinsi Jawa Tengah sudah sekitar 700 ha/tahun. “Lahan kita kan makin sempit ya, kalau kita bicara ekstensifikasi tidak mungkin, maka kita mesti bicara intensifikasi,” kata Ganjar yang pernah aktif sebagai mahasiswa pencinta alam (mapala) itu.

Mantan anggota DPR ini juga ingin ada satu percontohan korporasi petani yang berkonsep kewirausahaan di setiap kabupaten dan kota di Jateng. “Petani tidak berkutat pada on farm saja namun bisa melakukan pengolahan hingga pemasaran sehingga produk pertanian yang mereka hasilkan tidak semurah yang sekarang dan mereka bisa meningkatkan taraf hidupnya,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…