Ilustrasi mendata juru parkir
Jumat, 13 Oktober 2017 13:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PERPARKIRAN SOLO
Dishub bakal Pangkas Jumlah Juru Parkir

Perparkiran Solo, Dishub berupaya menekan jumlah juru parkir.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo berencana memangkas jumlah juru parkir (jukir) yang beroperasi di Kota Bengawan karena dinilai masih terlalu banyak. Kabid Perparkiran Dishub Solo, Moch. Usman, menerangkan jukir resmi di Kota Solo sekitar 2.600 orang.

”Kami memang tidak ada teori baku untuk menghitung jumlah kebutuhan jukir. Tapi kalau melihat jumlah jukir di Kota Surabaya yang memiliki luas wilayah lebih besar tiga kali lipat dibanding Solo, rasanya Solo tidak membutuhkan jukir sebanyak sekarang. Jumlah jukir di Surabaya saja hanya ada sekitar 2.200 orang,” kata Usman, Jumat (13/10/2017).

Usman menyampaikan meski jumlah jukir sekarang sudah jauh lebih sedikit dibanding pada 2014 lalu yang mencapai 3.500 orang, Dishub tetap akan berupaya menekan jumlah jukir di Solo. Idealnya, menurut dia, warga Solo hanya butuh dilayani 1.200 jukir-1.500 jukir.

“Kami kini lebih selektif. Kami tidak mau asal menerima jukir baru dan memperpanjang masa berlaku KTA [kartu tanda anggota] jukir lama. Jika jukir punya komitmen bekerja, akan kami terbitkan KTA. Beberapa jukir sudah kami tolak saat mengajukan perpanjangan KTA,” jelas Usman.

Namun, Usman mengatakan, berkurangnya jumlah jukir cukup banyak di Solo dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir disebabkan juga karena keinginan mereka sendiri. Menurut dia, ada banyak jukir yang memilih beralih kerja menjadi pengemudi ojek online.

Berdasarkan data Bidang Perparkiran Dishub, Usman menuturkan, hanya 35% dari sekitar 2.600 jukir di Solo yang tercatat sebagai warga Kota Bengawan. Sedangkan sebagian besar jukir lain merupakan warga dari luar daerah.

”Maka dari itu 35% jukir dari Solo ingin kami berikan treatment agar mereka bisa beralih pekerjaan yang lebih layak. Kami ingin mereka bisa memperbaiki kualitas ekonomi masing-masing. Bahkan apabila ada anggaran,bukan tidak mungkin pemerintah bisa memberikan tambahan modal kepada para jukir,” papar Usman.

Sementara itu, Kasi Penindakan Satgas Saber Pungli Kota Solo, Kompol Agus Puryadi, menjelaskan Satgas Saber Pungli akan semakin gencar pasang mata dalam mengawasi pergerakan para jukir liar. Kasatreskrim Polresta Solo tersebut meminta masyarakat aktif mengawasi pergerakan jukir liar.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Dana Pensiun Ternyata Bukan Untuk PNS Saja

“Tahun kemarin [2016] ada satu yang dilikuidasi. Bisa saja karena pendanaannya tidak kuat” Solopos.com, JOGJA-Belum banyak masyarakat yang memahami dana pensiun swasta meskipun keberadaannya telah diatur dalam Undang-Undang No 11/1992 tentang Dana Pensiun. Jamaludin Joyoadikusumo selaku Direktur Dana Pensiun Muhammadiyah…