Petani memanen garam di pesisir Wedung, Demak, Jateng, Kamis (12/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Petani memanen garam di pesisir Wedung, Demak, Jateng, Kamis (12/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Jumat, 13 Oktober 2017 03:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan Feature Share :

FOTO PENGHUJAN 2017
Terpapar Air, Kualitas Garam Demak Turun

Penghujan 2017 membuat kualitas garam Demak turun.

Panen garam di pesisir Wedung, Kabupaten Demak, Jateng, Kamis (12/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Panen garam di pesisir Wedung, Kabupaten Demak, Jateng, Kamis (12/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Datangnya musim penghujan 2017 mungkin dianggap berkah bagi para petani hortikultura, namun tak demikian halnya bagi para petani garam di pesisir Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Petani yang tengah memanen garam di tambak setempat, Kamis (12/10/2017) siang, mengaku kepada Kantor Berita Antara yang mendokumentasikan kegiatannya bahwa kualitas produksi garamnya menurun akibat tercampur air hujan yang turun sepekan terakhir. Alhasil harga garam produksinya pun turun dari Rp80.000 untuk karung isi 40 kg menjadi Rp70.000/karung.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…