Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Jumat, 13 Oktober 2017 06:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PENDIDIKAN JATENG
Hadiri Pemilos, Ganjar Pranowo Harapkan Pelajar Berlatih Demokrasi

Pendidikan berdemokrasi diharapkan Gubernur Ganjar Pranowo bisa diterapkan kepada pelajar Jateng sejak pemilihan ketua OSIS (pemilos).

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng Joko Purnomo, Kamis (12/10/2017), meninjau pelaksanaan pemilihan ketua OSIS (pemilos) di SMA Negeri 3 Kota Semarang. Ganjar berharap pemilihan ketua OSIS di lembaga-lembaga pendidikan menengah bisa menjadi ajang latihan bagi para pelajar Jateng untuk berdemokrasi.

“Melalui kegiatan itu, pelajar tidak lagi kaget dengan demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia, ini latihan mereka berdemokrasi. Mereka belajar pengalaman, pengalaman menyiapkan tata cara pemilos, mereka menyiapkan proses pemilu, kandidatnya latihan kampanye, sedangkan pemilihnya berlatih cara memilih kandidat,” katanya sebagaimana dipublikasikan Kantor Berita Antara, Kamis petang.

Ganjar memaparkan bahwa pemilos mengajarkan kepada para pelajar yang belum pernah mempunyai pengalaman menjadi pemilih dalam pemilu menjadi paham arti demokrasi, termasuk mengetahui tahapan pelaksanaan pemilu, serta peraturan-peraturannya. Melalui paparan program dan visi misi calon ketua OSIS, kata Ganjar, siswa-siswi juga bisa menilai kira-kira para kandidat bisa memimpin atau tidak, program yang diusung cocok atau tidak dengan yang dibutuhkan para pelajar.

“Siswa-siswi bisa belajar hal yang baik tentang demokrasi, manajerial, hal-hal lain yang bisa diajarkan kepada suatu komunitas di SMA sehingga bisa dijadikan pelajaran bagaimana menyusun program, bagaimana aspirasi bisa sampai, serta bagaimana berpartisipasi, sekaligus mendapatkan pemahaman dan pengalaman berdemokrasi,” ujarnya.

Menurut Ganjar, jika latihan berdemokrasi sudah dibiasakan di lembaga-lembaga pendidikan maka anak-anak bangsa di Indonesia sudah belajar berdemokrasi sejak dari sekolah dan sejak mereka belum mempunyai hak pilih sehingga saat mereka sudah mempunyai hak pilih, bisa memanfaatkannya secara baik. “Kelak semua bisa mempraktikan dalam pemilihan umum, misalnya yang di desa ada pemilihan kepala desa, bupati, presiden, dan anggota DPRD,” harap Gubernur Jateng itu.

Politikus PDI Perjuangan itu, berpesan kepada para pelajar yang juga pemilih pemula dalam pemilu mendatang agar tidak memilih karena diberi sesuatu oleh calon, misalnya uang ataupun barang lainnya. “Memilih calon pemimpin daerah, termasuk memilih ketua OSIS, mesti mengedepankan kriteria bertanggung jawab, melaksanakan progamnya, mewujudkan harapan rakyat, serta bermanfaat bagi masyarakat,” tutur ayah dari Muhammad Zinedine Alam Ganjar yang juga pelajar di SMA Negeri 3 Kota Semarang itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….