Wariso (kiri) menunjukkan lemari tempat penyimpanan 45 keris yang digondol maling di rumahnya, Klaten, Jumat (13/10/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Wariso (kiri) menunjukkan lemari tempat penyimpanan 45 keris yang digondol maling di rumahnya, Klaten, Jumat (13/10/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Jumat, 13 Oktober 2017 19:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

PENCURIAN KLATEN
45 Keris Senilai Hampir Rp1 Miliar Dicuri dari Rumah Warga Bayat

Pencuri menggasak 45 keris yang diperkirakan senilai Rp1 miliar milik warga Klaten.

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak 45 keris yang disimpan di lemari rumah salah satu warga Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, raib digondol maling. Kerugian akibat aksi pencurian itu ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Puluhan keris itu disimpan di lemari rumah Wariso, 44, warga Dukuh Selorejo, RT 009/RW 018, Desa Krakitan. Hilangnya keris-keris itu diperkirakan terjadi pada Kamis (12/10/2017) siang.

Rumah Wariso sebagian masih berupa bangunan kuno dengan dinding kayu. Rumah itu berada di ujung perkampungan berhadapan dengan lahan pertanian.

Saat itu, Wariso bersama istri dan anaknya pergi ke wilayah Kecamatan Ceper untuk melayat sekitar pukul 12.00 WIB. Ia bersama keluarganya pulang ke rumah sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat kembali, ia belum menyadari keris yang disimpan bersama benda pusaka lainnya di dalam salah satu lemari rumahnya dicuri. Wariso baru menyadari barang-barang itu raib digondol maling ketika anaknya, Raihan, yang berusia lima tahun mendatanginya lantaran kebingungan mencari burung love bird yang hilang dari sangkarnya.

“Saya curiga kok anak saya bisa bawa sangkar burung padahal sudah digantungkan di lokasi cukup tinggi. Kemudian saya masuk ke rumah dan menyalakan lampu. Beberapa kain sarung dan kerudung berserakan di ruang tamu. Saya cek ke lemari ternyata keris-kerisnya sudah hilang,” kata Wariso saat ditemui wartawan di rumahnya, Jumat (13/10/2017).

Para pelaku diperkirakan masuk ke rumah joglo dengan dinding kayu itu dengan mencongkel pintu samping rumah. Hal itu dibuktikan dengan rusaknya bagian tepi pintu.

Sebanyak 45 keris tersebut diperkirakan dibawa para pelaku menggunakan karung milik Wariso yang digunakan untuk menyimpan ban dalam. “Ban dalam itu berserakan di depan rumah. Kemungkinan karungnya digunakan untuk membawa keris-keris tersebut,” urai dia.

Wariso mengatakan sebelum berangkat melayat ia didatangi tiga orang yang menanyakan alamat. Setelah memberi tahu kepada tiga orang tersebut, Wariso bersama istri dan anaknya bergegas melayat.

Wariso menjelaskan keris-keris itu merupakan peninggalan orang tuanya secara turun temurun. Soal jenis keris disimpan, Wariso tak mengetahui secara persis. Beberapa keris dengan bentuk cukup unik diberi nama Nogo Rojo dan Samber Nyowo.

Keris Nogo Rojo berbentuk bergelombang dengan bagian pangkal terdapat hiasan kepala ular dan bagian tengahnya ada garis kuning dari bahan tembaga. Keris-keris koleksi itu diperkirakan berusia 100 tahun.

Selama ini, keris disimpan di dalam lemari bersama benda-benda lainnya seperti pedang dan tombak. “Yang diambil keris-keris itu. Benda-benda lainnya masih tersimpan di lemari,” ungkapnya.

Wariso menuturkan keris-keris koleksi orang tuanya tersebut bisa berharga hingga Rp1 miliar. Namun, Wariso memilih tak menjual keris-keris tersebut lantaran merupakan warisan orang tua.

“Ada yang sampai mau memberi mobil baru juga agar kami mau melepaskan keris itu,” katanya.

Lebih lanjut, Wariso menuturkan keris-keris tersebut belum lama dikeluarkan dari lemari untuk prosesi jamasan. “Baru pada pekan lalu dimasukkan ke lemari. Sekarang sudah hilang,” urai dia.

Wariso mengatakan sudah melaporkan pencurian keris tersebut ke Mapolsek Bayat. Selain 45 keris yang ditaksir senilai Rp900 juta, ia juga kehilangan seekor burung love bird dengan kisaran harga Rp250.000.

Kapolsek Bayat, Iptu Mulyata, mengatakan masih menyelidiki terkait laporan pencurian keris-keris tersebut. Ia memperkirakan para pelaku sebelumnya sudah mengetahui kondisi rumah Wariso lantaran mengetahui memiliki koleksi puluhan keris serta tempat penyimpanannya.

“Imbauan kami bagi yang memiliki benda bersejarah seperti keris disimpan di tempat yang lebih aman,” katanya.

lowongan pekerjaan
FILA DJAYA PLASINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Jokowi Mengaku Hampir Jadi Orang Batak

Presiden Jokowi kembali melontarkan candaannya saat berkunjung ke Sumatra Utara. Solopos.com, MEDAN — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya akan sering bertandang ke Provinsi Sumatra Utara. Hal itu bukan hanya untuk mengecek progres proyek-proyek infrastruktur, tetapi ada hal lain yang…