Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (tengah belakang), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) dan Sri Paduka Paku Alam X (kanan) melaksanakan kirab sebelum pelantikan Gubernur DIY di halaman Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/10). Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Sri Paduka Paku Alam X dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY untuk masa jabatan 2017-2022. (Harian Jogja/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (tengah belakang), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) dan Sri Paduka Paku Alam X (kanan) melaksanakan kirab sebelum pelantikan Gubernur DIY di halaman Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/10). Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Sri Paduka Paku Alam X dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY untuk masa jabatan 2017-2022. (Harian Jogja/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jumat, 13 Oktober 2017 10:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Open House hingga Kenduri, Ini Rangkaian Acara Mangayubagya Pelantikan Gubernur dan Wagub DIY

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY secara resmi mengumumkan rangkaian dan waktu acara magayubagya pasca Pelantikan Gubernur dan Wagub DIY

Solopos.com, JOGJA--Pemerintah Daerah (Pemda) DIY secara resmi mengumumkan rangkaian dan waktu acara magayubagya pasca Pelantikan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY untuk masa jabatan 2017-2022.

Sekreataris Daerah DIY, Gatot Saptadi mengatakan, Sri Sultan HB X akan berpidato pada Rapat Paripurna Istimewa tanggal 16 Oktober di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY. Setelah pidato tersebut, barulah rangkaian mangayubagya akan dimulai.

Tepatnya tanggal 20 Oktober karena pada tanggal 17 dan 18 Oktober Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman melaksanakan jamasan pusaka.

Pada tanggal 20 Oktober atau hari Jumat, Pemda DIY akan melaksanakan syawalan atau open house. Dalam open house itu, Pemda DIY menyiapkan sekitar 3.000 porsi makanan bagi masyarakat. Selain itu masyarakat juga bisa bersalaman dengan raja mereka. Open house akan diselenggarakan sejak pagi sampai siang.

“Lalu pada tanggal 20 Oktober malam ada mujahadah di Pagelaran Kraton, sementara untuk Puro Pakualaman tempatnya masih menunggu konfirmasi, tapi waktunya sama,” ucap Gatot kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Kamis (12/10/2017).

Gatot melanjutkan, kemudian pada esok harinya atau tanggal 21 Oktober akan digelar kenduri yang didalamnya akan ada semacam pesta rakyat. Kenduri akan diselenggarakan secara serentak di Kulonprogo (Nglanggeran), Bantul (Mangunan dan Pantai Depok) dan Kulonprogo (Menoreh). Masing-masing kenduri mewakili letak geografis DIY seperti hutan, pesisir, gunung dan lain-lain.

Kabupaten yang tidak menggelar kenduri pada hari itu, sebut Gatot hanya Sleman. Hal ini dikarenakan kendurinya digabungkan dengan Festival Gerobak Sapi pada 29 Oktober mendatang. Festival itu sendiri rencananya akan dihadiri langsung oleh Sri Sultan HB X. Sedangkan Kota Jogja sudah dalam bentuk syawalan itu.

Pada kenduri tersebut, selain digelar doa juga akan ada pesta rakyat yang terdiri dari kirab budaya dan pertunjukkan kesenian sesuai masing-masing daerah.

Setelah kenduri dan pesta rakyat kemudian pada malam harinya Pemda DIY, sebut Gatot akan kembali menggelar open house. Open house tersebut ditujukan kepada tokoh masyarakat, pejabat dan instansi di lingkungan Pemda DIY. Para hadirin akan mendengarkan sambutan dari Gubernur pada acara tersebut.

Rangkaian acara kemudian berlanjut pada tanggal 24 Oktober. Pada hari itu akan digelar doa lintas iman bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang kemungkinan akan digelar di Sasono Hinggil.

“Doa ini inklude aliran kepercayaan,” ucap Gatot. Ia menambahkan tanggal 28 Oktober akan ada gelar budaya di Kraton maupun Puro Pakualaman.

Gatot menambahkan, semua rangkaian acara tersebut diselenggarakan oleh Pemda DIY, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Puro Pakualaman. Ia menyatakan tidak ada anggaran khusus untuk acara-acara itu karena semuanya sudah melekat pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah. Sedangkan dana lainnya berasal dari Kraton dan Kadipaten.

Sementara itu, Asisten Keistimewaan Setda DIY, Didik Purwadi mengajak masyarakat untuk datang pada saat digelarnya open house. “Mari Masyarakat Jogja mari berduyun duyun datang ke Kepatihan kita melakasanakan mangayubagya,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
FILA DJAYA PLASINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Dana Pensiun Ternyata Bukan Untuk PNS Saja

“Tahun kemarin [2016] ada satu yang dilikuidasi. Bisa saja karena pendanaannya tidak kuat” Solopos.com, JOGJA-Belum banyak masyarakat yang memahami dana pensiun swasta meskipun keberadaannya telah diatur dalam Undang-Undang No 11/1992 tentang Dana Pensiun. Jamaludin Joyoadikusumo selaku Direktur Dana Pensiun Muhammadiyah…