Museum Tani Edukator museum Tani Jawa melintasi ikon museum Tani Jawa di Candran, Kebonagung, Imogiri, Rabu (11/10/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Jumat, 13 Oktober 2017 06:55 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Museum Belum Menjadi Kunjungan Utama Wisatawan, Kenapa?

Dinas Kebudayaan berharap agar masyarakat mengubah pola pikirnya

Solopos.com, BANTUL-Museum masih belum menjadi tujuan utama para wisatawan di Bantul. Minimnya kunjungan para wisatawan itu diduga akibat stigma masyarakat yakni museum sebagai tempat yang membosankan.

Kepala Bidang Pelestarian Warisan Budaya, Dinas Kebudayaan Bantul Kesi Irawati mengatakan, kunjungan setiap harinya ke museum di Bantul jumlahnya bisa dibilang tidak begitu banyak.  “Dari 11 museum di Bantul mungkin beberapa dapat dikatakan sudah lumayan pengunjungnya,” ujar Kesi Irawati, Rabu (11/10/2017).

Dinas Kebudayaan pun dalam hal ini baru bisa membantu untuk bekerja sama dengan sekolah khusunya SMP di Bantul. “Untuk saat ini kami bekerja sama juga dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga. Setiap setahun sekali kami mengajak 100 siswa dari tiga SMP yang berbeda untuk mengajak ke museum,” kata Kesi.

Terkait kunjungan itu, Kesi mengatakan, keterbatasan dana menyebabkan kunjungan itu dibatasi. “Untuk pendanaan kami dapat dari Dana Keistimewaan, tetapi anggaran itu lebih difokuskan ke rehabilitasi benda peninggalan sejarah lainnya,” katanya.

Pembiayaan operasional museum diatur sendiri oleh yayasan yang menaungi museum itu dan dari keluarga ahli waris itu. Baru beberapa museum yang bisa dikatakan mapan. Data jumlah kunjungan sendiri belum ada karena didata yayasan.

Ke depannya, Dinas Kebudayaan berharap agar masyarakat mengubah pola pikirnya. Masyarakat harus berpikir museum memiliki daya tarik sendiri dari sisi edukasi dan informasi. Dinas kebudayaan juga berkeinginan untuk mendigitalkan hal-hal terkait museum tersebut agar lebih menarik dan mengajak bekerjasama dengan berbagai pihak swasta.

Edukator Museum Tani Jawa Devi Catur Pawestri mengatakan, kunjungan di musim biasanya musiman. Target dari museum itu sendiri lebih pada wisatawan mancanegara. Museum tersebut juga mengemas paket museum dengan desa wisata agar lebih menarik wisatawan.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….