Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi (JIBI/ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa)
Jumat, 13 Oktober 2017 16:55 WIB JIBI/Solopos/Newswire Indonesia Share :

LIGA 2
Kerusuhan Suporter Pecah, Ketum PSSI Buka Suara

Liga 2 diwarnai dengan kerusuhan antarsuporter.

Solopos.com, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, akhirnya buka suara soal kerusuhan suporter yang terjadi di kompetisi Liga 2. Edy menyayangkan kerusuhan tersebut yang akhirnya memakan korban.

Seperti diketahui, kerusuhan suporter pecah pada pertandingan Liga 2 antara Persita Tangerang kontra PSMS Medan, Rabu (11/10/2017). Di laga ini, PSMS Medan menang dengan skor 1-0. Sebanarnya pertandingan berjalan lancar selama 90 menit.

Namun usai laga, bentrok suporter terjadi di dalam stadion. Buntutnya, salah seorang suporter Persita, Banu Rusman, meninggal dunia, Kamis (12/10/2017), setelah dirawat di rumah sakit.

“Kami sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa ini. Kami juga ikut berduka dan menyampaikan rasa simpati kami untuk keluarga korban,” kata Edy Rahmayadi seperti dikutip dari Liputan6.com, Jumat (13/10/2017).

Sebelumnya, PSSI menyatakan ikut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Banu Rusman. Terkait dengan kejadian ini, Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, menegaskan pihaknya akan bertindak cepat untuk mengambil keputusan.

“Kami menyampaikan bela sungkawa dan rasa duka yang mendalam,” kata Tisha.

Rasa simpati juga diungkapkan Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Pria yang juga Wakil Presiden AFF ini bahkan langsung menuju ke rumah almarhum untuk menyampaikan duka cita secara langsung dan bertemu dengan keluarganya.

“Untuk korban lainnya yang saat ini dirawat di rumah sakit kami doakan semoga cepat sembuh dan berharap kejadian ini tak berulang. Kekerasan atau kerusuhan kemarin adalah casenya disiplin kompetisi.  Insya Allah dalam hal ini Komite Disiplin PSSI segera sidang untuk mengambil keputusan yang tepat,” tutur Joko.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Dana Pensiun Ternyata Bukan Untuk PNS Saja

“Tahun kemarin [2016] ada satu yang dilikuidasi. Bisa saja karena pendanaannya tidak kuat” Solopos.com, JOGJA-Belum banyak masyarakat yang memahami dana pensiun swasta meskipun keberadaannya telah diatur dalam Undang-Undang No 11/1992 tentang Dana Pensiun. Jamaludin Joyoadikusumo selaku Direktur Dana Pensiun Muhammadiyah…