Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo. (Facebook.com-Eko Gustini Wardani Pramukawati) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo. (Facebook.com-Eko Gustini Wardani Pramukawati)
Jumat, 13 Oktober 2017 15:50 WIB Semarang Share :

KERAJINAN JATENG
Dekranasda Se-Jateng Dituntut Inovatif, Ruang Pamer Kota Lama Jadi Contoh

Kerajinan Jateng membutuhkan terobosan dari Dekranasda untuk menyejahterakan para perajin.

Solopos.com, SEMARANG — Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah dituntut lebih kreatif mengembangkan kriya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para perajin. “Para pengurus juga diminta tidak takut melakukan inovasi agar perkembangan kerajinan di provinsi ini semakin pesat, jika perlu menggandeng akademisi untuk berinovasi,” kata Ketua Dekranasda Jateng Siti Atikoh Supriyanti di Kota Semarang, Jateng, Kamis (12/10/2017).

Istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu lalu mencontohkan gebrakan yang dilakukan Dekranasda Kota Semarang dengan membuka ruang pamer di kawasan Kota Lama yang menjadi ikon peninggalan sejarah. Menurut dia, keberadaan gerai di lokasi wisata cagar budaya tersebut mampu menarik pengunjung lebih banyak, termasuk para turis asing, apalagi penataannya dibuat sangat menarik dan cocok untuk swafoto.

“Itu terobosan luar biasa, gerai Dekranasda tidak hanya di kantor pemerintahan tapi di lokasi wisata, jadi kita memang harus out of the box,” ujarnya.

Pengurus Dekranasda se-Jateng juga diminta memberikan perlindungan terhadap para perajin maupun konsumen juga mesti mendapat perhatian. Dengan demikian, kerajinan dari Jateng bukan hanya memiliki identitas atau kekhasan, tapi juga terhindar dari gilasan persaingan produk lain.

Perempuan yang akrab disapa Atik itu lalu menyebutkan beberapa bentuk perlindungan terhadap para perajin, seperti Peraturan Bupati Rembang Nomor 29 Tahun 2017 tentang Pelestarian Batik Tulis Lasem yang mewajibkan seluruh produsen batik memroduksi batik tulis. Ada juga Peraturan Daerah Kota Pekalongan Nomor 6 Tahun 2014 tentang Penggunaan Label Batik Pekalongan yang juga ada pembeda label pada batik tulis, cap, maupun gabungan cap dan tulis.

Istri orang nomor satu di Jateng itu juga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo agar Dekranasda ikut mendorong modernisasi perajin dan pengusaha, termasuk keberlanjutan bahan baku, serta peralihan penggunaan bahan menuju bahan yang ramah lingkungan, seperti pewarna dan bahan kapas. “Jangan sampai pasar sudah terbuka tapi bahan baku tidak ada. Apalagi, Jateng memiliki potensi besar bahan-bahan ramah lingkungan,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Dana Pensiun Ternyata Bukan Untuk PNS Saja

“Tahun kemarin [2016] ada satu yang dilikuidasi. Bisa saja karena pendanaannya tidak kuat” Solopos.com, JOGJA-Belum banyak masyarakat yang memahami dana pensiun swasta meskipun keberadaannya telah diatur dalam Undang-Undang No 11/1992 tentang Dana Pensiun. Jamaludin Joyoadikusumo selaku Direktur Dana Pensiun Muhammadiyah…