Bupati Sleman, Sri Purnomo bersama Direktur Utama Bank Sleman, Muhammad Sigit usai mencoba penarikan uang tunai di ATM Bank Sleman, Senin (25/8/2014). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 13 Oktober 2017 06:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Ini Alasan Bank Sleman Dukung Transaksi Non Tunai

Pemberian gaji ataupun honorarium, akan dilakukan secara non tunai

Solopos.com, SLEMAN-Untuk mencegah kebocoan dan meningkatkan transparansi anggaran, seluruh transaksi akan dilakukan secara non tunai.

Direktur BPR Bank Sleman Sigit mengatakan, sebagai salah satu kabupaten yang dijadikan pilot project gerakan nasional non tunai (GNNT) pihaknya mendukung implementasi transaksi non tunai. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah kebocoran dan meningkatkan tranparansi anggaran.  Selain itu, monitoring dan evaluasi terhadap anggaran akan lebih mudah dilakukan.

“Jadi ke depan pembayaran dengan tunai tidak akan lagi dilakukan. Semua transaksi dilakukan melalui rekening,” jelas dia kepada Harian Jogja, Rabu (11/10/2017).

Pemberian gaji ataupun honorarium, akan dilakukan secara non tunai. Hal itu juga sesuai Permendagri. Sebagai BUMD, pihaknya sudah mengimplementasikan program tersebut. Misalnya, jika ada transaksi dari Pemkab ke Pemdes akan dilakukan antar rekening. Begitu pula transaksi-transaksi yang melibatkan Pemdes.

“Pemkab Sleman sudah menerapkan secara bertahap. Paling lambat berdasarkan Permendagri paling lambat 1 Januari 2018 sudah semua non tunai,”jelas dia.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PROSTITUSI SEMARANG
Isu Penutupan Kian Santer, SK Sepi

Prostitusi di Semarang, salah satunya terpusat di kawasan Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning (SK). Solopos.com, SEMARANG — Kebijakan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan Indonesia Bebas Prostitusi 2019 rupanya tak dianggap isapan jempol oleh penghuni Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning…