Pekerja mengaspal bekas galian saluran pipa sanitasi di Jl. Ir. Juanda, Solo, Rabu (15/3/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Pekerja mengaspal bekas galian saluran pipa sanitasi di Jl. Ir. Juanda, Solo, Rabu (15/3/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 13 Oktober 2017 04:35 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Ketua LPMK Jagalan Jadi Korban Lubang Galian Sanitasi Jl. Juanda

Ketua LPMK Jagalan, Solo, Rosyidi, menjadi korban lubang galian sanitasi di Jl. Ir. Juanda.

Solopos.com, SOLO — Lubang bekas galian proyek sanitasi di Jl. Ir. Juanda, Kelurahan Purwodiningratan, Jebres, Solo, memakan korban.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPMK) Kelurahan Jagalan, Rosyidi, 55, terperosok hingga mengalami luka-luka pada Minggu (8/10/2017) malam. Rosyidi, saat ditemui Solopos.com di rumahnya di Jagalan, mengatakan saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 22.00 WIB.

Ia dalam perjalanan pulang dari Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Solo di Kepatihan Wetan. Menurutnya, suasana sepi karena hujan belum lama mengguyur Solo. (Baca: Sudah Diaspal, Lubang Galian Jl. Ir. Juanda Masih Membahayakan)

Saat melewati Perempatan Warung Pelem, Jl. Ir. Juanda, ia yang mengendarai sepeda motor tanpa sadar terperosok dalam lubang sedalam setengah meter. “Tidak ada tanda peringatan di sekitar lubang galian itu. Memang ada genangan air, saya tidak tahu kalau itu adalah lubang galian sanitasi,” kata dia.

Akibatnya, ia terpelanting ke belakang. Beberapa bagian motornya juga rusak. Rosyidi menderita luka lebam di bagian lutut kiri.

“Benturan membuat sakit. Ini saya kesulitan berjalan. Saya berusaha latihan pakai kruk,” kata dia.

Beruntung, ia ditolong warga Colomadu, Karanganyar yang kebetulan melintas. Rosyidi sudah memeriksakan diri ke mantri kesehatan di daerahnya untuk mendapat penanganan.

“Untung ini tidak terlalu parah. Tapi saya mendapat informasi sebelumnya ada orang lain yang juga mengalami kejadian serupa dengan saya. Yang dulu malah sampai meninggal karena tergilas truk setelah terjatuh karena jalan bekas galian sanitasi tidak rata,” kata dia.

Ia berharap pelaksana proyek segera menyelesaikan pekerjaan mereka. Ia juga menyesalkan tak adanya tanda peringatan pada proyek tersebut.

“Ini sudah musim hujan. Kalau tidak segera diperbaiki, saya khawatir akan semakin banyak warga yang menjadi korban,” tutur calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Jebres itu.

Pelaksana proyek dari PT Suburnaya Surabaya, Teguh Prakoso, saat dihubungi Solopos.com, Kamis, mengatakan proyek sanitasi yang mereka garap memang belum selesai. Namun, pengaspalan sudah berjalan.

Terkait kasus yang menimpa Rosyidi, ia tak mau disalahkan. Menurut dia, sesuai standar, bekas galian akan diberi tanda peringatan. “Mungkin ada orang yang memindahkan tanda itu,” kata dia.

Lebih lanjut, pengerjaan proyek sanitasi mengalami perpanjangan waktu. Meski demikian, ia belum memeroleh informasi dari bagian administrasi mengenai waktu perpanjangan tersebut. “Ini saya masih di Surabaya,” kata dia.

 

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GERAKAN NONTUNAI
Sudah 46 PKL Semarang Dilengkapi Mesin Gesek Kartu BNI

Gerakan Nontunai di Kota Semarang berlanjut dengan melengkapi 46 pedagang kaki lima di Simpang Lima dan Taman KB dengan mesin gesek kartu BNI. Solopos.com, SEMARANG — Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama BNI terus menambah jumlah pedagang kaki lima (PKL) yang…