Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan berjabat tangan seusai melakukan pertemuan di Balai Kota, Jakarta, Kamis (20/4/2017).(JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A.)
Jumat, 13 Oktober 2017 16:30 WIB Miftahul Khoer/JIBI/Bisnis Politik Share :

Dalam 2,5 Bulan, Anies-Sandi Harus Habiskan Rp425 Miliar Perhari

Anies-Sandi masih dibekali senilai 53% anggaran dari total Rp71 triliun tahun ini.

Solopos.com, JAKARTA — Serapan anggaran Pemprov DKI tahun 2017 akan menjadi tanggung jawab gubernur dan wakil gubernur baru yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Pasalnya hingga Oktober ini, serapan anggaran di DKI diklaim baru mencapai 47%. Sementara itu, masa kerja Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat akan berakhir pada pekan ini. Adapun, Anies-Sandi resmi dilantik pada Senin (16/10/2017).

“Ada tiga hal ke depan yang cukup berat dilakukan Anies-Sandi. Pertama meyakinkan sisa waktu tahun 2017 serapan APBD-nya berjalan semaksimal mungkin,” katanya.

Itu berarti, Anies-Sandi memiliki waktu 2,5 bulan untuk memaksimalkan sisa serapan APBD 2017 yang baru mencapai 47% tersebut dari total anggaran perubahan tahun ini sekitar Rp71 triliun.

“Artinya harus ada spent anggaran sekitar Rp425 miliar per hari kalau Anies-Sandi mau memaksimalkan serapan anggaran untuk mencapai target. Itu sesuatu yang menantang,” katanya.

Namun, dia yakin Anies-Sandi bakal mencari cara untuk bisa memaksimalkan serapan anggaran tersebut. “Besok lusa bisa disiap langkahnya setelah resmi dilantik,” katanya.

Sudirman memaparkan selama bekerja dalam Tim Sinkronisasi, tidak semua program bisa terakomodasi dengan baik karena keterbatasan otoritasnya sebagai tim eksternal. Hal itu menjadi poin kedua yang dinilai menjadi tantangan selama berproses kerja menjadi tim Anies-Sandi.

“Yang ketiga adalah bagaimana memfinalisasi RPJMd 2018-2022 yang saat ini sedang diproses bersama Pemprov DKI. Pak Sekda mengatakan proses teknokratisasi sudah mau selesai. Tinggal menggabungkan dengan gubernur yang baru,” paparnya.?

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PROSTITUSI SEMARANG
Isu Penutupan Kian Santer, SK Sepi

Prostitusi di Semarang, salah satunya terpusat di kawasan Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning (SK). Solopos.com, SEMARANG — Kebijakan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan Indonesia Bebas Prostitusi 2019 rupanya tak dianggap isapan jempol oleh penghuni Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning…