Seorang anak menikmati segarnya air Telaga Wening di Dungsono, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Rabu (11/10/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Seorang anak menikmati segarnya air Telaga Wening di Dungsono, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Rabu (11/10/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Kamis, 12 Oktober 2017 09:35 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

WISATA WONOGIRI
Belum Selesai Ditata, Wahana Wisata di Wonokerto Ini Sudah Diserbu Pengunjung

Objek wisata telaga di Wonokerto, Wonogiri, sudah diserbu pengunjung meski belum selesai ditata.

Solopos.com, WONOGIRI — Seorang anak bermain sendirian di tengah telaga. Air telaga itu jernih. Ia tampak begitu menikmati kesegaran air telaga itu meski terik matahari Rabu (11/10/2017) pukul 13.30 WIB itu cukup menyengat.

Di tepi telaga itu, tujuh warga bekerja merapikan tepian telaga dengan adukan semen dan pasir serta batu. Tak jauh dari telaga yang rencananya diberi nama Telaga Wening itu terdapat Air Terjun Kalimas.

Telaga Wening dan Air Terjun Kalimas digadang-gadang bakal menjadi wisata unggulan di Dungsono, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, itu. Meski masih tahap pembangunan, puluhan pengunjung sudah berdatangan tiap sore ke lokasi tersebut.

Padahal lokasi wisata itu berada di tempat terpencil. “Setiap hari ada sekitar 50 pengunjung, meski belum jadi. Ada yang dari Solo, Jogja, dan Bojonegoro,” ujar salah satu donatur pembangunan wisata itu, Sularto, 50, warga Dungsono, Desa Wonokerto, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu.

Menurutnya, pembangunan wisata itu merupakan keinginan masyarakat karena menilai potensi wisata Air Terjun Kalimas sangat besar. Pemerintah desa setempat pernah mengajukan ke Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk pembangunan wisata namun tidak disetujui karena lokasinya terpencil dan sulit dijangkau.

“Awalnya, kami ingin membuat jalan menuju ke air terjun, tapi ternyata ada sumber air dari dinding tebing sehingga kami buat telaga buatan,” ungkapnya.

Pembangunan wisata itu dimodali dua donatur yakni pengusaha kayu Sularto dan seorang pengusaha material bangunan, Srigodo. Hingga saat ini, keduanya sudah mengeluarkan dana pribadi senilai Rp150 juta.

Berdasarkan hitungan mereka, pembangunan wahana wisata itu menelan biaya hingga Rp1,4 miliar. “Saat ini, dana Rp150 juta itu untuk pengerukan tanah menggunakan ekskavator,” ujarnya.

Selain telaga dan air terjun, dalam jangka panjang wisata itu juga akan dilengkapi dengan rafting di anak Sungai Jlantah, flying fox, dan outbond. Objek wisata tersebut rencananya dikelola BUM desa yang saat ini masih tahap pembentukan.

“Kami juga akan buat arena tubing/rafting di Sungai Jlantah sejauh 950 meter. Kami bersama tim dari Sukoharjo sudah mengerjakan dan menjajalnya. Saya jamin lokasinya sangat indah. Tepi sungai berdiri dinding bebatuan dengan berbagai formasi. Rute rafting melintasi dua gua dan satu situs batu Tapak Bima. Ini bakal menjadi satu-satunya tempat rafting di Wonogiri,” bebernya.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Kredit BPR Syariah Diprediksi Melambat, Bank Diminta Lebih Efisien

Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) memprediksi pertumbuhan kredit pada tahun ini akan sedikit melemah dibandingkan tahun lalu Solopos.com, JOGJA-Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) memprediksi pertumbuhan kredit pada tahun ini akan sedikit melemah dibandingkan tahun lalu. Bank pun diminta lebih efisien…