Poster ekpedisi jalur kuno dari Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Temanggung. (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa) Poster ekpedisi jalur kuno dari Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Temanggung. (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa)
Kamis, 12 Oktober 2017 12:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

WISATA SEMARANG
Weekend Ini, Ada Ekpedisi Sejarah dari Semarang hingga Temanggung

Wisata ke Semarang dapat dinikmati dengan mengikuti ekpedisi mengunjungi tempat-tempat sejarah dari Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Temanggung.

Solopos.com, UNGARAN – Wisatawan yang gemar menikmati catatan sejarah dapat berkunjung ke Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pertengahan Oktober 2017 ini. Agenda ekpedisi jalur kuno dari Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Temangggung, Jateng akan digelar Tripal, Sabtu-Minggu (14-15/10/2017).

Perwakilan Tripal, Ana Rahmawati, menjelaskan ekpedisi itu digelar untuk mengedukasi para peserta mengenai sejarah dan bangunan kuno dari Kompleks Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang hingga situs Liyangan di Kabupaten Temanggung. “Agenda ini tujuannya mengenalkan peserta tentang sejarah zaman dahulu,” ujar Ana saat dihubungi Semarangpos.com melalui sambungan telepon, Selasa (10/10/2017) malam.

Ia menjelaskan peserta ekspedisi itu akan disuguhi situs-situs bersejarah dari kawasan Candi Gedong Songo hingga Liyangan. “Kepada peserta akan disuguhkan mengenai sejarah bangunan kuno dari Gedong Songo sampai Liyangan,” imbuh Ana.

Ekspedisi itu rencananya akan berlangsung selama dua hari satu malam. Situs yang akan dieksplorasi antara lain Candi Gedong Songo, Situs Candi Garon, Situs Tegowanu, menikmati tradisi malam di Watu Payung, Situs Wanakerso, Peninggalan Siwa Buddha, Situs Ngadisari Bulu, Situs Prasasti Gondosuli, Situs Setapan, dan Situs Liyangan.

Penjelasan Ana mengenai ekpedisi tersebut sedikit berbeda dengan penjelasan yang terdapat pada poster yang beredar luas melalui grup-grup percakapan smartphone maupun media sosial. Pada poster tersebut, tertera jumlah peserta yang diperbolehkan mengikuti maksimal 15 orang.

Padahal, Ana menjelaskan tak ada batas maksimal peserta. “Tak ada batas maksimal. Malah kalau banyak yang ikut malah bagus,” jelas Ana.

Di poster tersebut terdapat dua nomor telepon yang dapat dihubungi calon peserta ekspedisi, yakni 08569909748 dan 082221053125. Sayangnya, kedua nomor tersebut tak bisa dihubungi. Ana bahkan mengaku tak menahu mengetahui nomor yang tertera pada poster tersebut.

Terlepas dari itu, wisatawan yang ingin mengikuti acara tersebut diwajibkan membayar uang senilai Rp460.000 dan dijanjikan sejumlah fasilitas selama ekpedisi. Fasilitas yang disediakan selama ekpedisi di kawasan wisata di Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Temanggung itu antara lain penginapan, alat transportasi, makan dan coffe break, dokumentasi selama ekspedisi berupa foto dan video, kaus dan stiker ekspedisi, serta pendamping ekspedisi sebanyak enam orang.

Bagi wisatawan yang ingin mengikuti agenda di kawasan wisata sejarah di Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Temanggung itu dapat melakukan pendaftaran melalui Whatsapp. Calon peserta dapat menghubungi Ana Rahmawati di nomor Whatsapp 087800090001. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…