Dua bocah berjalan di kawasan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) khusus buruh di Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (10/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Dua bocah berjalan di kawasan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) khusus buruh di Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (10/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Kamis, 12 Oktober 2017 05:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

Foto Rusunawa Buruh Ungaran Sepi Peminat

Rusunawa khusus buruh di Ungaran tak diminati.

Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) khusus buruh di kawasan Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tak laku. Kantor Berita Antara yang Selasa (10/10/2017) mendokumentasikan kondisi rumah susun itu mendapati lingkungan yang sepi. Rusunawa buruh yang awal pembangunannya diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), April 2015 tersebut, sepi peminat pada blok lajang dan hanya terisi 22 unit dari total 104 unit. Sepinya peminat diduga karena jauhnya akses Rusunawa menuju pabrik-pabrik tempat buruh bekerja.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…