Santri memadati pendapa Ponorogo untuk mendengarkan ceramah dari Habib Lutfi asal Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (12/10/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Santri memadati pendapa Ponorogo untuk mendengarkan ceramah dari Habib Lutfi asal Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (12/10/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Kamis, 12 Oktober 2017 11:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Ribuan Santri Ponorogo Hadiri Dialog Kebangsaan Bersama Habib Luthfi

Habib Luthfi hadir sebagai pembicara di Dialog Kebangsaan di Ponorogo.

Solopos.com, PONOROGO — Ulama kondang asal Pekalongan, Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, datang ke Ponorogo untuk menjadi narasumber Dialog Kebangsaan dengan tema Memperkokoh Wawasan Kebangsaan Demi Tetap Tegaknya NKRI di Pendapa Pemkab Ponorogo, Kamis (12/10/2017) pagi.

Seribuan orang dari berbagai unsur mulai santri, pimpinan pondok pesantren, PNS, dan masyarakat umum memadati pendapa kabupaten sejak pukul 08.00 WIB untuk mengikuti kegiatan itu.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan kehadiran Habib Lutfi ditunggu masyarakat Ponorogo. Ipong menuturkan Habib Lutfi tidak hanya ahli tariqoh, tetapi juga bisa dikatakan penjaga Indonesia.

“Habib Lutfi ini tahu bagaimana Indonesia tegak, berdiri, dan jaya seperti sekarang ini,” kata dia saat memberikan sambutan.

Ipong menyampaikan saat ini berita hoaks menjadi santapan setiap hari. Hingga kini sulit untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Dalam dialog kebangsaan ini menegaskan NKRI sudah final dan menjadi harga mati. Mengenai NKRI, tidak perlu didiskusikan lagi.

Danlanud Iswahjudi Magetan, Kolonel Pnb Samsul Rizal, mengatakan sangat perihatin dengan situasi yang berkembang saat ini.

Dia menegaskan nilai-nilai kebangsaan yang ada saat ini harus dijaga dan dipertahankan. Hal ini karena identitas suatu bangsa itu sangat penting.

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…