Para pengemis diinterogasi polisi dari Polsek Tingkir, Kota Salatiga, Jateng, Kamis (12/10/2017) siang. (Tribratanews.salatiga.jateng.polri.go.id) Para pengemis diinterogasi polisi dari Polsek Tingkir, Kota Salatiga, Jateng, Kamis (12/10/2017) siang. (Tribratanews.salatiga.jateng.polri.go.id)
Kamis, 12 Oktober 2017 20:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Polisi Salatiga Tangkapi Pengamen di 2 Pasar

Polisi mencegah tindak kriminalitas dengan menangkapi para pengamen di dua pasar tradisional Kota Salatiga.

Solopos.com, SALATIGA – Polisi anggota Polsek Tingkir mengamankan empat pengamen dari Pasar Raya II dan Pasar Blauran di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (12/10/2017) siang. Polisi beralasan penangkapan para pengamen di kedua pasar tradisional itu bertujuan untuk mencegah tindak kriminalitas di Kota Salatiga.

Dikutip dari laman resmi milik Polres Salatiga, empat orang yang terjaring operasi pencegahan kriminalitas di Kota Salatiga itu kesemuanya lelaki. Mereka berinsial WD, 36, warga Kopeng, Kabupaten Semarang, HR, 36, warga Karangpete, Kota Salatiga, RG, 26, warga Sidomukti, Kota Salatiga, dan AS, 35, warga Kalseman Kota Salatiga.

Kanit Sabhara Polsek Tingkir Iptu Kasino yang memimpin operasi tersebut menjelaskan para pengamen itu ditangkap lantaran dianggap melanggar Pasal 504 KUHP. “Saat kami melakukan patroli, kami menemukan dua orang pengamen di Pasar Raya II Salatiga dan dua orang pengamen di Pasar Blauran dengan bertepuk tangan. Karena mereka melanggar Pasal 504 KUHP tentang mengemis/mengamen di tempat umum, maka mereka kami amankan ke Mapolsek Tingkir,” ujar Kasino.

Sayangnya, Kasino tak menjelaskan hukuman apa yang akan diberikan kepada para pengamen itu. Meski demikian, di Pasal 504 KUHP memang disebutkan mengenai larangan mengemis di muka umum. Hukuman yang diberikan kepada siapa saja yang melanggar pasal tersebut ialah kurungan penjara paling lama enam pekan.

Pasar tradisional di Kota Salatiga dipilih sebagai lokasi operasi lantaran dianggap sebagai lokasi rawan tindak kriminal. Di laman resmi Internet milik Polres Salatiga itu disebutkan kejahatan yang biasa terjadi di pasar tradisional di Kota Salatiga adalah pencurian, gendam, pencopetan, dan penipuan.

Di tempat terpisah, Kaplosek Tingkir Kompol Harry Sutadi menegaskan empat pengamen itu akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Saya perintahkan anggota Sabhara Polsek Tingkir terus berusaha maksimal untuk menciptakan keamanan di wilayah Tingkir dengan patrolinya, proses hukum yang kita lakukan adalah salah satu pembelajaran kepada masyarakat untuk selalu tertib tidak melanggar aturan,” tandas Harry. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….