Kamis, 12 Oktober 2017 08:35 WIB Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

PERNIKAHAN PUTRI JOKOWI
Pengrajin Karangan Bunga Mulai Tambah Stok Bahan Baku

Para pengrajin karangan bunga mulai menambah bahan baku menjelang resepsi pernikahan putri Presiden Jokowi.

Solopos.com, SOLO — Sebulan menjelang pernikahan Putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, sejumlah pengrajin karangan bunga di Kota Solo mulai mempersiapkan diri.

Pemilik Florist & Wedding Decoration Rosida, Deriana, mengaku telah menambah stok bahan baku karangan bunga hingga tiga kali lipat. Bahan baku tersebut seperti papan, sterofoam, bunga kertas, pita, dan lain-lain.

Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan pesanan karangan bunga saat mendekati pernikahan Kahiyang. Berkaca pada pengalaman pernikahan anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, Deriana menerima 40 hingga 50 karangan bunga beberapa hari sebelum pernikahan berlangsung.

“Biasanya konsumen pesannya mepet. Ada H-2 dan ada H-1 baru pesan. Kalau sekarang belum ada yang pesan,” kata dia saat ditemui wartawan di kiosnya di Pasar Kembang, Solo, Rabu (11/10/2017).

Dia memprediksi pesanan karangan bunga untuk pernikahan Kahiyang sama banyaknya seperti saat pernikahan Gibran. Deriana menambahkan para pemesan karangan bunga terdiri atas perusahaan media massa, instansi pemerintahan, pengusaha, rumah makan, dan lain-lain.

“Kebanyakan yang dipesan itu yang harganya antara Rp1 jutaan hingga Rp2 jutaan. Kami tidak akan menaikkan harga karangan bunga meski akan kebanjiran order. Biasanya kami terkendala proses pengerjaan. Pengerjaan karangan bunga membutuhkan waktu satu setengah hingga dua jam. Padahal rata-rata pesanannya mepet,” imbuhnya.

Pemilik Rumah Kembang Murah Sae di Jl. Slamet Riyadi, Kustini, belum bisa memprediksi apakah akan terjadi lonjakan pesanan karangan bunga saat pernikahan Kahiyang. Kendati demikian, dia juga melipatgandakan stok bahan baku untuk mengantisipasi lonjakan pesanan karangan bunga di tempatnya.

“Saat pernikahan Gibran kemarin kami sudah kebanjiran pesanan sepekan sebelum resepsi pernikahan berlangsung. Kemarin yang pesan itu dari kalangan partai, instansi pemerintahan, instansi militer, dan pengusaha,” kata dia.

Saat pernikahan Gibran, rata-rata konsumen memesan karangan bunga seharga Rp1 jutaan hingga Rp1,5 jutaan. “Kalau harga tergantung bahan bakunya. Kalau bahan baku naik, mau enggak mau kami menaikkan harga karangan bunga. Namun kalai harga bahan bakunya tetap, kami tidak akan menaikkan harga karangan bunga,” sambung Kustini.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PROSTITUSI SEMARANG
Isu Penutupan Kian Santer, SK Sepi

Prostitusi di Semarang, salah satunya terpusat di kawasan Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning (SK). Solopos.com, SEMARANG — Kebijakan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan Indonesia Bebas Prostitusi 2019 rupanya tak dianggap isapan jempol oleh penghuni Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning…