Ilustrasi begal motor (Liputan6.com) Ilustrasi begal motor (JIBI/Dok)
Kamis, 12 Oktober 2017 17:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

PERAMPOKAN KLATEN
Begal Beraksi Mencekik dan Merampas Motor Perempuan Pakisan

Seorang perempuan warga Desa Pakisan, Cawas, kehilangan sepeda motornya karena dirampas begal.

Solopos.com, KLATEN – Begal beraksi di ruas jalan Posis-Pakisan wilayah Desa Balak, Kecamatan Cawas, Klaten, Rabu (11/10/2017) malam.

Begal yang berjumlah dua orang berboncengan naik sepeda motor merampas sepeda motor milik Sugiyanti, 38, warga warga Dukuh Manton, Desa Pakisan, Kecamatan Cawas. Tak hanya sepeda motor, begal itu juga mengambil tas berisi uang Rp800.000 serta STNK milik Sugiyanti.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Sugiyanti baru pulang dari tempat bekerja di pabrik garmen Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

“Biasanya tidak melintas di ruas jalan itu. Karena jalan yang biasanya baru diperbaiki dan mau membeli bensin akhirnya lewat Posis-Pakisan, tidak lewat Tawangsari,” kata Sugiyanti saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis (12/10/2017).

Sugiyanti tak menyadari ada dua orang berboncengan naik sepeda motor matic membuntutinya saat melintasi ruas jalan itu. Ketika berada di wilayah persawahan Desa Balak, ia dipepet hingga laju motornya terhenti. “Saat itu kondisi jalan sepi dan gelap,” urai dia.

Salah satu pelaku mengenakan helm untuk menutupi wajah. Sementara pemboncengnya yang tak memakai helm bertubuh tinggi dan kurus dengan potongan rambut cepak.

Pembonceng lantas turun dari sepeda motornya dan meminta Sugiyanti melepas helm serta turun dari sepeda motor. Dia lantas mencekik leher dan menutup mulut Sugiyanti menggunakan tangan.

Sugiyanti yang seorang diri tak bisa berteriak meminta tolong. Lantaran ketakutan, Sugiyanti memejamkan mata dan terus mengucapkan istigfar. Para pelaku langsung beraksi mereka dengan merogoh tas yang dibawa Sugiyanti.

Aksi berlangsung singkat hingga pelaku membawa sepeda motor milik korban. Para pelaku diketahui tidak membawa senjata tajam dalam melakukan aksi mereka.

“Ketika saya membuka mata sepeda motor sudah tidak ada. Saya tidak tahu mereka lantas melaju ke arah mana. Kondisi saya sudah lemas,” ungkapnya.

Sepeda motor Sugiyanti adalah Yamaha Mio keluaran 2009 berpelat nomor AB 2419 HQ dengan STNK atas nama Yadi Suranto/Paidi, warga Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman.

“Setelah kejadian itu ada tetangga yang lewat kemudian saya minta diantarkan pulang. Setelah sampai di rumah anak saya menghubungi ayahnya yang bekerja di Jogja agar segera pulang,” urai dia.

Suami Sugiyanti, Sumarno, 50, sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Cawas pada Rabu malam. Ia berharap pelaku bisa segera ditangkap beserta barang yang sudah dirampas.

“Memang biasanya tidak melintas jalur itu karena selama ini dikenal rawan. Mungkin karena kondisi jalan yang biasa dilintasi baru diperbaiki sehingga melewati jalur lain,” kata Sumarno.

Kapolsek Cawas, AKP Sri Anggono, mengatakan sudah ada laporan terkait peristiwa yang menimpa Sugiyanti. “Kami masih penyelidikan kasus tersebut,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….