Ilustrasi pelajar SMA. (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi pelajar SMA. (JIBI/Solopos/Antara)
Kamis, 12 Oktober 2017 00:00 WIB Insetyono/JIBI/Solopos Solo Share :

PENDIDIKAN SOLO
2 SMA di Solo Tutup, Kenapa Masih Muncul SMA Baru?

2 SMA di Solo ditutup tahun ini.

Solopos.com, SOLO — Selama 2016-2017, sebanyak dua SMA swasta di Solo tutup. Namun, di saat yang sama justru muncul dua SMA baru. Pemerintah diminta selektif memberikan izin pendirian SMA swasta baru di Solo. Permintaan itu disampaikan Badan Kerja Sama (BKS) Kepala SMA Swasta Solo.

“Pemerintah agar mengendalikan perizinan pendirian SMA baru di Solo karena SMA swasta yang ada sudah cukup,” kata Ketua BKS Kepala SMA Swasta Solo, Literzet Sobri, kepada Solopos.com, Selasa (11/10/2017). Saat ini ada 25 SMA swasta dengan empat madrasah aliah (MA) di Kota Bengawan. Jumlah itu tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP/MTs yang terbatas. Kondisi ini menyebabkan sejumlah SMA swasta mengalami kekurangan siswa hingga akhirnya tutup.

Dia menyebutkan selama 2016-2017 ada dua SMA di Solo yang tutup yakni SMA Murni dan SMA Widya Bakti. “SMA Murni tutup pada 2016 sementara SMA Widya Bhakti pada 2017,” ungkap Literzet.

Meski ada SMA yang tutup, pada 2016-2017 ada penambahan dua SMA baru yakni SMA Bina Widya dan SMA Muhammadiyah Program Khusus. “Kalau untuk pembukaan SMA program khusus atau yang mempunyai ciri khusus memungkinan. Namun, khusus SMA umum sudah jenuh,” imbuh Kepala SMA Batik 1 ini.

Dia menambahkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017/2018, beberapa SMA swasta mendapatkan siswa baru di bawah 20 orang. Jumlah itu tidak ideal karena guru tidak bisa mendapatkan sertifikasi. “Jadi kalau ada guru yang mengajar di kelas dengan jumlah siswa di bawah 20 orang, tidak memenuhi syarat sertifikasi. Meski secara faktual guru bersangkutan mengajar empat jam, tapi tidak bisa dipakai untuk sertifikasi,” jelas dia.

Mengenai alasan SMA dengan jumlah siswa di bawah 20 orang masih beroperasi, menurut dia, karena semata-mata peduli dengan dunia pendidikan. “Bila dihitung biaya operasional sekolah dengan siswa di bawah 20 orang tidak mencukupi,” kata dia.

Kepala SMA Widya Bhakti Solo, Nisrina, sebelumnya menyatakan penutupan sekolah masih dalam proses. “Untuk siswa dan para guru SMA Widya Bhakti telah dipindahkan ke sekolah lain sehingga tidak ada masalah,” kata dia.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…