Ilustrasi Kali Pepe Solo (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Kamis, 12 Oktober 2017 11:35 WIB Indah Septiyaning W. /JIBI/Solopos Solo Share :

Pemkot Solo Lirik Boyolali dan Sukoharjo untuk Merelokasi Warga Bantaran Kali Pepe

Pemkot Solo menunggu-nungu keputusan Pemkab Karangayar soal lokasi relokasi warga bantaran Kali Pepe.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota Solo meminta Pemerintah Kabupaten Karanganyar segera memberi kepastian ihwal rencana relokasi warga bantaran Kali Pepe Solo ke wilayah Bumi Intanpari.

Sejumlah lokasi di luar Karanganyar kini mulai dilirik sebagai alternatif sebagai langkah antisipasi jika relokasi tak bisa dilaksanakan di Kabupaten Karanganyar.

Merujuk rencana Pemkot Soloo, warga terdampak proyek embung dan bendung karet Tirtonadi di Kelurahan Nusukan dan Manahan akan direlokasi ke tiga wilayah di Kabupaten Karanganyar, yakni Jeruksawit, Plesungan dan Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KKP) Solo, Agus Djoko Witiarso, mengatakan hingga saat ini rencana relokasi warga ke wilayah Karanganyar belum ada kejelasan. Relokasi masih terganjal regulasi daerah setempat.

“Kami sudah komunikasi dengan sana [Pemkab Karanganyar]. Terakhir bahkan komunikasi dengan Sekda [Sekretaris Daerah] Karanganyar, tapi belum ada respons,” kata Agus ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Rabu (11/10/2017).

Rencana merelokasi warga bantaran Kali Pepe ke wilayah Karanganyar selama ini terganjal Peraturan Daerah (Perda) Karanganyar Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penataan Perumahan dan Permukiman. Adapun diatur dalam Perda itu, luas tanah kaveling bagi pembangunan rumah ditetapkan tidak boleh kurang dari 60 meter persegi, dengan lebar muka minimal enam meter.

Sedangkan Pemkot untuk program relokasi ini hanya menyiapkan luas tanah kaveling 40 meter persegi per bidang. Belum samanya persepsi inilah yang kini masih menghambat relokasi warga Solo ke wilayah Karanganyar. “Kami bersedia membahas aturan ini bersama-sama sehingga biar ada kejelasan,” katanya.

Agus menyampaikan yang perlu menjadi perhatian Pemkab adalah relokasi bukan merupakan program untuk pembangunan perumahan bersifat komersil. Selain itu juga program diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga sudah semestinya menjadi bahan pertimbangan bagi Pemkab Karanganyar.

Hal ini mengingat Pemkot dikejar target bahwa program relokasi harus selasai pada tahun anggaran ini. “Makanya kita terus komunikasi dengan sana [Pemkab Karanganyar],” katanya.

Selain menjalin komunikasi, Agus mengatakan beberapa lokasi lahan di luar Karanganyar mulai dibidik tim kelompok kerja (Pokja) relokasi di masing-masing kelurahan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi batalnya relokasi ke Kabupaten Karanganyar. Beberapa lokasi yang dibidik adalah wilayah Boyolali dan Sukoharjo.

“Pokja kebingungan dan masih muter-muter cari tanah di Boyolali dan Sukoharjo. Padahal November ini targetnya harus sudah direlokasi,” tambah Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan Disperum KKP, Sutarto.

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PERUSAHAAN PEMBIAYAAN
Bobol Mobil Nasabah, BFI Finance Digugat

Perusahaan pembiayaan BFI Finance dituntut menghentikan operasi setelah membuka paksa mobil nasabah yang mengikuti program pembiayaannya. Solopos.com, SEMARANG — PT BFI Finance Cabang Semarang, Jawa Tengah (Jateng) digugat oleh salah seorang nasabahnya karena membobol mobil milik penggugat hingga menyebabkan sejumlah…