Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo menaburkan bunga pada makam mantan Bupati Kulonprogo, KRT.Parno Hadiningrat di Suren, Sentolo, Kulonprogo, Rabu (11/10/2017). (Foto Istimewa/Dok.Humas Pemkab Kulonprogo) Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo menaburkan bunga pada makam mantan Bupati Kulonprogo, KRT.Parno Hadiningrat di Suren, Sentolo, Kulonprogo, Rabu (11/10/2017). (Foto Istimewa/Dok.Humas Pemkab Kulonprogo)
Kamis, 12 Oktober 2017 15:20 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Pejabat Kulonprogo Ziarahi Mantan Bupati

Jajaran Pemkab Kulonprogo melakukan ziarah ke makam mantan bupati

Solopos.com, KULONPROGO– Jajaran Pemkab Kulonprogo melakukan ziarah ke makam mantan bupati yang tersebar di sejumlah wilayah, Rabu (11/10/2017).

Agenda itu rutin dilakukan setiap tahun untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kulonprogo.

Rombongan ziarah dibagi menjadi dua tim. Tim pertama dipimpin Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo, sedangkan koordinator tim kedua adalah Sekretaris Daerah Kulonprogo, Astungkoro.

Lokasi yang didatangi antara lain makam KPH.Suryoningrat di Hastorenggo Kota Gede, KRT.Kertodiningrat di Makam Kuncen, KRT.Parno Hadiningrat di Suren Sentolo, R.Sutejo di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, KRT Wijoyo Hadiningrat di Gamplong Moyudan, dan makam Suratidjo di Sanden Bantul.

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, ziarah dilakukan untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah berjuang dan mengabdikan dirinya untuk membangun Kulonprogo. Seluruh rombongan berdoa agar para mantan bupati yang telah meninggal dunia diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya oleh Tuhan.

“Jadi semua mantan bupati yang telah memimpin Kulonprogo kita ziarahi,” ujar Sutedjo.

Sutedjo kemudian berharap masyarakat bisa meneladani semangat para almarhum, khususnya dalam memajukan pembangunan daerah sesuai keahlian dan bidang masing-masing.

“Kami berharap generasi penerus ini bisa melanjutkan perjuangan dan melanjutkan pembangunan di Kulonprogo,” kata dia.

Kedatangan rombongan ziarah terkadang juga disambut oleh anggota keluarga dari para mantan bupati. Hal itu misalnya saat mengunjungi makam KPH. Suryoningrat, KRT.Kertodiningrat, dan KRT.Parno Hadiningrat. Mereka menyampaikan terima kasih atas doa yang masih selalu dikirimkan untuk para almarhum.

“Terima kasih masih nguri-uri kegiatan ini. Kami pun merasa senang dan bangga karena almarhum masih dihormati,” ucap Jatman, salah satu anak KRT.Parno Hadiningrat.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…