KUD Bhumikarta Seorang warga sedang membayar tagihan listrik di Koperasi Unit Desa (KUD) Bhumikarta, Kecamatan Wonosari, Rabu (11/10/2017). (Harian Jogja/Irwan A. Syambudi)
Kamis, 12 Oktober 2017 05:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Memprihatinkan, KUD Makin Kembang Kempis

“Saya nyambi jualan sate dan tongseng setiap malam untuk mencukupi kebutuhan, kalau penghasilan dari KUD saja tidak akan cukup”

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Masa jaya Koperasi Unit Desa (KUD) seperti pada saat Orde Baru sulit terulang kembali. Saat ini banyak KUD yang mati, sedangkan yang masih tersisa di antaranya hidup kembang kempis hanya untuk mencukupi kebutuhan operasional saja.

Salah satu karyawan KUD Bhumikarta, Kecamatan Wonosari, Anggono mengkui kini KUD sudah tak lagi jaya seperti dahulu. Lini usahanya pun kini semakin berkurang, sehingga semakin sulit untuk mencukupi kebutuhan opersional. “Kami bertahan karena kalau dalam waktu dua tahun tidak ada aktivitas, maka KUD akan ditutup. Sementara kami masih berharap akan bisa bangkit lagi,” kata dia, Rabu (11/10/2017).

Untuk itu agar tidak gulung tikar dan ditutup paksa, sebagai sayarat maka dua lini usaha pembayaran listrik dan air kini masih dipertahankan. Meskipun pelanggannya sudah jauh berkurang. Sementara untuk memenuhi kebutuhan operasional, gedung kosong milik KUD dan satu kios di Pasar Argosari kini disewakan.

Anggono mengaku dari sejumlah lini usaha yang dijalankan tersebut tak mampu mencukupi untuk kebutuhan opersioanl. Bahkan gaji untuk enam karyawan yang ada di KUD terkesan seadanya, dan jauh dari upah minimum kabupaten (UMK).

Namaun demikian pria dua anak yang sudah bekerja sebagai karyawan KUD sejak 1993 itu masih menyimpan harapan agar KUD kembali berjaya. “Saya nyambi jualan sate dan tongseng setiap malam untuk mencukupi kebutuhan, kalau penghasilan dari KUD saja tidak akan cukup,” ungkap dia.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…