Tangga menuju atas Tebing Breksi. Kawasan bekas penambangan ini menjadi destinasi wisata bernilai seni. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 12 Oktober 2017 11:55 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Lahan 1 Ha Disiapkan untuk Parkir Wisata Tebing Breksi

Lahan seluas satu hektare disiapkan sebagai areal parkir guna menopang objek wisata Tebing Breksi

Solopos.com, SLEMAN-Lahan seluas satu hektare disiapkan sebagai areal parkir guna menopang objek wisata Tebing Breksi. Nantinya, bus wisata berukuran besar diharapkan parkir di lokasi bawah itu dan dilanjutkan dengan shuttle.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih mengatakan konsep lahan parkir tersebut masih berupa wacana. “Memang sudah masuk pembahasan tapi masih kita [pemerintah] koordinasikan dulu,” ujarnya, Rabu (11/10/2017).

Lahan yang dimaksud sendiri merupakan milik pemerintah provinsi DIY di daerah Bokoharjo, Prambanan.

Sedianya kawasan itu akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit bertaraf internasional meskipun akhirnya urung dilakukan. Pasalnya, lokasinya dianggap terlalu dekat dengan menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) sehingga muncul wacana dimanfaatkan sebagai lahan parkir bus.

Ning menerangkan jika areanya sendiri dekat dengan pasar tradisional sehingga perlu dilakukan kajian termasuk soal manajemen lalu lintas. Selain itu, ia sendiri menilai lahan parkir tersebut belum terlalu dibutuhkan masih merupakan hal yang positif untuk mendukung kenyamanan dan keamanan wisatawan.

Dengan semakin tingginya popularitas objek wisata itu, jumlah bus wisata juga semakin banyak dan ditakutkan tidak kuat menanjak. Sebagaimana diketahui, akses jalan menuju lokasi tebing batu itu cukup menanjak meskipun jalannya sudah baik.

Pakar Geologi UGM, Wahyu Wilopo mengatakan penataan pariwisata itu harus mempertimbangan kontur tanah wilayah tersebut meski wacana yang dicetuskan itu dinilai bagus. Dijelaskan lebih jauh jika kawasan tersebut memang relatif rawan longsor namun untuk daerah objek wisata tebing Breksi sendiri cukup stabil.

Untuk lahan parkir, ia beropini sebaiknya diterapkan jarak parkir aman guna menghindari runtuhan tanah dan batuan ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Untuk tebing setinggi 10 meter, setidaknya diperlukan jarak aman horizontal hingga 15 meter. “Minimal perbandingannya 1,5 dari ketinggian tebing,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Mitigasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Lelono mengatakan jika khusus kawasan wisata Breksi cenderung stabil. Menjadi pertimbangan utama ialah kemiringan jalan yang cukup tinggi sehingga dikhawatirkan bus wisata tidak kuat.

Sedangkan kontur tanah di wilayah Breksi sendiri dinilai cukup kuat menampung kendaraan besar karena batuannya yang cukup padat dan solid. “Hanya saja kawasan terbuka perlu diwasapadai karena mengalami pelapukan,” katanya.

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…