Nur Hasyim, warga RT 001/RW 010, Dusun Tulung, Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, bersama istrinya Sumiatin, Kamis (12/10/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Nur Hasyim, warga RT 001/RW 010, Dusun Tulung, Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, bersama istrinya Sumiatin, Kamis (12/10/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Kamis, 12 Oktober 2017 19:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KISAH UNIK
Istri Sembuh dari Tumor, Pria Ini Jalan Kaki Surabaya-Ponorogo

Kisah unik, seorang pria berjalan kaki dari Surabaya ke Ponorogo setelah istrinya sembuh dari tumor otak.

Solopos.com, PONOROGO — Nur Hasyim, 40, tampak masih lelah dengan kaki yang masih pegal-pegal. Hasyim sesekali memijat kakinya yang sedikit membengkak sehabis pulang dari Surabaya dengan cara berjalan kaki.

Warga RT 001/RW 010, Dusun Tulung, Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, itu telah berjalan kaki dari Surabaya menuju Ponorogo karena nazar yang pernah diucap. Dia sempat bernazar pulang ke Ponorogo jalan kaki apabila istrinya bisa sembuh dari penyakit tumor otak.

Kepada Madiunpos.com, Hasyim bercerita mengucapkan nazar itu pada tanggal 14 September 2017. Saat itu, istrinya, Sumiatin, 38, sedang dirawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan karena menderita penyakit tumor otak.

“Istri saya mulai dirawat di RSUD Dr. Sutomo dua bulan yang lalu. Di rumah sakit, istri saya menjalani kemoterapi dan radioterapi,” kata dia di rumahnya, Kamis (12/10/2017).

Tak lama setelah Hasyim mengucapkan nazar, pihak rumah sakit pun mengeluarkan hasil pemeriksaan yang menyatakan Sumiatin sembuh dan boleh dibawa pulang.

Hasyim pun lantas bersujud syukur dan bersiap untuk melaksanakan nazarnya. Pada Rabu (4/10/2017), dia memutuskan untuk melaksanakan nazar dengan berjalan kaki dari Surabaya ke Ponorogo.

Dengan berbekal kebutuhan seadanya, seperti baju empat potong, sarung, selimut, dan peralatan mandi, Hasyim pun membulatkan niat untuk memenuhi nazarnya. Sambil berucap syukur atas kesembuhan istrinya, Hasyim pun mulai melangkahkan kakinya di jalanan Kota Pahlawan menuju Kota Reog.

“Saat itu, istri saya sudah dibawa pulang duluan. Saya juga pamit kepada istri dan keluarga sebelum menjalankan nazar ini,” jelas bapak dua anak ini.

Dengan menggunakan sandal jepit, Hasyim berjalan menyusuri jalanan yang penuh debu dan terik matahari yang sangat panas. Dalam perjalanannya itu, Hasyim setiap mendengar azan salat pasti berhenti untuk melaksanakan salat wajib.

Selain itu, Hasyim juga memanfaatkan waktuuntuk beristirahat. Untuk tempat tidur, pria yang bekerja sebagai kuli bangunan ini memilih musala/masjid, pos kamling, hingga kantor Koramil. Dia membatasi jam istirahat dan memastikan jam 3 dini hari sudah mulai berjalan kembali.

“Saya menginap di daerah Sidoarjo, Mojokerto, Nganjuk, Caruban, hingga Dolopo. Saya pas baru jalan memang agak cepat jalannya, tetapi sesampainya di Nganjuk sudah agak pelan. Karena kondisi kaki sudah membengkak dan sulit untuk bergerak cepat,” terang dia.

Dalam menjalani misinya itu, Hasyim juga sempat bertemu dengan sejumlah orang yang baik hati kepadanya. Ada orang pulang dari ibadah haji memberikan sejumlah oleh-oleh dari Tanah Suci dan uang senilai Rp100.000.

Setelah melewati sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur, Hasyim pun berhasil tiba dengan selamat di kampungnya, Selasa (10/10/2017) sore. Dia mengaku kaget karena kedatangannya membuat banyak warga berkumpul dan menyambut dengan tangis.

“Saya tidak tahu kalau banyak warga yang tahu aksi saya ini. Ternyata ada orang yang mengunggahnya di internet, sehingga banyak orang yang mengetahuinya,” ujar dia.

Di jalan menuju kampungnya, ada sejumlah orang meminta foto bersamanya hingga memeluk dengan mengucurkan air mata. Saat tiba di rumahnya pun sama, puluhan orang sudah berjubel di rumah dan menyambutnya dengan tangis dan pelukan.

Setelah misinya selesai, Hasyim mengaku lega karena telah menunaikan nazar. Saat ini, yang dipikirkannya hanya untuk kesembuhan sang istri. Meski telah dinyatakan sembuh oleh dokter, tetapi istrinya masih harus menjalani kontrol ke rumah sakit.

“Saya hanya berharap istri saya sembuh total,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
OPERATOR SPBU, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Seperti Apa BUMD Baru Gunungkidul Ini?

Adanya rencana menambah BUMD baru maka menambah sektor usaha yang dimiliki Pemkab Gunungkidul Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang sedang digadang-gadang Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ini akan bergerak dalam bidang aneka usaha. Kepala Sub Bagian Rancangan Hukum, Bagian Hukum…