Karena operasi plastik, paspor tiga perempuan ini tidak berlaku (Odditycentral.com) Karena operasi plastik, paspor tiga perempuan ini tidak berlaku (Odditycentral.com)
Kamis, 12 Oktober 2017 07:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH UNIK
Dampak Oplas, Paspor Pun Tak Berlaku

Paspor tiga perempuan asal Tiongkok tak berlaku, gara-garanya mereka operasi plastik.

Solopos.com, SEOUL – Dengan kondisi wajah masih bengkak pasca-operasi plastik (oplas), tiga perempuan yang dikabarkan berasal dari Tiongkok harus tertahan di bandara Korea Selatan. Ketiga perempuan itu tak bisa melewati bagian imigrasi karena wajah di paspor tak sama dengan wajah asli.

Kunjungan wisata untuk operasi plastik adalah hal biasa di Korea Selatan. Biasanya para pasien menetap di Korea Selatan hingga masa penyembuhan selesai. Hal itu sepertinya bukan sebuah pilihan bagi tiga perempuan asal Tiongkok.

Dilansir Odditycentral, Senin (9/10/2007), foto tiga perempuan dengan wajah bengkak dan berbalut perban duduk di ruang tunggu imigrasi bandara Korea Selatan viral di media sosial (medsos) Weibo.

Mereka memutuskan langsung pulang ke Tiongkok mesti kondisi wajahnya masih berbalut perban dan bengkak. Ketiganya dikabarkan sudah mendapat sertifikat baru saja melakukan operasi plastik. Meski demikian, petugas bandara biasanya mencocokan wajah calon penumpang sebelum operasi plastik dan sesudah operasi plastik. Dengan sertifikat itu biasanya para pelaku operasi plastik bisa melewati petugas imigrasi dengan lancar.

Namun hal itu tidak terjadi pada ketiga perempuan asal Tiongkok tersebut. Wajah mereka yang masih bengkak dan berbalut perban menghalangi proses verifikasi. Petugas tidak bisa membandingkan wajah sebelum dan sesudah operasi plastik.

Foto ketiganya viral di Weibo, netizen Tiongkok pun malah menertawakan. “Dengan wajah seperti itu, ibu kalian sendiri” tulis seorang netizen.

“Maaf, bukannya ingin menertawakan, tapi wajah kalan memang sangat bengkak,” tulis netizen lain.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…