Ilustrasi topi perlambang wibawa polisi. (JIBI/Solopos.com/Dok.) Ilustrasi topi perlambang wibawa polisi (JIBI/Solopos.com/Dok.)
Kamis, 12 Oktober 2017 13:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN
4 Polisi Jadi Tersangka Penganiaya Jurnalis, UU Pers Tak Dipakai

Kekerasan terhadap wartawan oleh anggota Polri dan personel Satpol PP Kabupaten Banyumas, Jateng tak dijerat dengan UU Pers.

Solopos.com, PURWOKERTO — Empat personel Polres Banyumas, Rabu (11/10/2017), ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan terhadap wartawan Metro TV peliput demo warga, Darbe Tyas. Di sisi lain, tiga anggota Satpol PP Kabupaten Banyumas tengah dibidik sebagai tersangka. Namun, polisi tidak menjerat mereka dengan UU Pers.

Penetapan keempat polisi sebagai tersangka itu merupakan buntut kekerasan terhadap wartawan yang mencoreng citra Polri saat pembubaran demonstran di Alun-Alun Purwokerto, Senin (9/10/2017) malam. Dalam aksi itu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas dan polisi yang membantu mereka setidaknya menganiaya empat jurnalis peliput peristiwa tersebut, salah satunya Darbe Tyas.

“Hasil dari penyelidikan kami, tersangka ditemukan saat ini empat orang dari anggota kepolisian dan diduga tersangka dari Satpol PP ada tiga orang,” kata Kepala Polres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun di Markas Polres Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu sore.

Kapolres mengatakan hal itu saat merilis hasil penyelidikan terhadap tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami wartawan Metro TV Darbe Tyas saat meliput pembubaran paksa aksi unjuk rasa penolakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturraden di Alun-Alun Purwokerto, Senin malam. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, di antaranya Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Jawa Tengah AKBP Jamaluddin Farti, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Banyumas AKP Junaedi, dan Kepala Subbagian Humas Polres Banyumas AKP Sukiyah.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan bahwa penyelidikan masih berjalan dan dilaksanakan oleh Polres Banyumas bekerja sama dengan Bidang Propam serta Direktorat Intelkam dan Keamanan Polda Jawa Tengah. “Selanjutnya, keempat anggota kepolisian ini secara internal akan ditangani langsung oleh Polda Jawa Tengah,” katanya.

Di sisi lain, keterlibatan tiga personel Satpol PP Kabupaten Banyumas masih didalami, Polisi belum menetapkan mereka sebagai tersangka meskipun sudah diperiksa.

Dalam prarekonstruksi yang dilaksanakan pada Rabu siang, lanjut dia, mengerucut kepada tiga personel Satpol PP tersebut. “Kami punya waktu 1 x 24 jam untuk meningkatkan status oknum Satpol PP tersebut. Tiga orang ini berpotensi sebagai tersangka,” katanya.

Kendati demikian, dia belum bersedia menyebutkan inisial dari ketiga oknum Satpol PP Kabupaten Banyumas yang berpotensi menjadi tersangka tersebut. Jika ketiga oknum Satpol PP tersebut terbukti melakukan tindak pidana, kata dia, akan dipidanakan bersama-sama dengan empat anggota Polres Banyumas yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk sementara pasal yang dikenakan adalah Pasal 170 KUHP juncto Pasal 351 KUHP. Untuk Undang-Undang Pers, kami lihat perkembangannya, akan kami dalami karena perkara yang dilaporkan [Darbe] tadi malam itu terkait dengan pengeroyokan dan penganiayaan. Nanti kami kembangkan,” katanya.

Terkait dengan tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggota Polres Banyumas dan Satpol PP, Kapolres mengatakan bahwa hingga saat ini laporan yang diterima baru dari wartawan. Menurut dia, pihaknya belum menerima laporan dari mahasiswa atau masyarakat peserta unjuk rasa yang ikut menjadi korban. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan pimpinan perguruan tinggi dan meminta untuk melapor jika ada mahasiswanya yang terluka saat pembubaran paksa aksi unjuk rasa tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Propam Polda Jateng AKBP Jamaluddin Farti mengatakan bahwa keempat anggota Polres Banyumas yang terlibat dalam tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan tersebut akan dibawa ke Markas Polda Jateng untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan adanya pelanggaran kode etik.

“Dalam Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2014 tentang Kode Etik Profesi Polri, diatur dalam Pasal 7 Huruf c bahwa setiap anggota Polri yang melakukan atau melaksanakan tugas harus secara profesional dan prosedural. Di sini, dari hasil penyelidikan kami, diduga keempat oknum tersebut tidak profesional, ada SOP [standar operasional prosedur] aturan yang dilanggar sehingga terjadi penganiayaan tersebut,” jelasnya.

Ia menyebutkan keempat oknum polisi itu berasal dari Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) yang ikut terlibat langsung dalam tindak penganiayaan terhadap Darbe. Menurut dia, keempat oknum polisi tersebut berinisial Aiptu AS, Bripda GP, Bripda HD, dan Bripda AYA.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap keempat oknum polisi tersebut, ungkap dia, ada yang mengaku memukul korban pakai tangan, ada yang pakai tongkat, tetapi kebetulan korban memakai helm, dan ada pula yang menendang.

Lebih lanjut, Jamal mengatakan bahwa Bidang Propam akan menangani secara internal yang berkaitan dengan masalah kode etik, sedangkan yang berkaitan dengan masalah pidana akan ditangani oleh Satreskrim Polres Banyumas karena korban telah melaporkan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). “Untuk masalah internal, kode etik, langsung kami ambil alih ke Polda Jawa Tengah,” tegasnya.

Terkait dengan sanksi atas pelanggaran kode etik, dia mengatakan bahwa sanksinya berat di antaranya dinyatakan dilakukan pembinaan ulang, demosi, dimutasi, dan terakhir berupa pemberhentian dengan tidak hormat. Saat ditanya mengenai kemungkinan tersangka pelaku kekerasan terhadap wartawan dari Polri akan bertambah, dia mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Koboi Samas Akhirnya Ditangkap

Polisi menangkap penembak brutal di Pantai Samas. Solopos.com, BANTUL— Sempat jadi buron, pelaku penembakan terhadap wisatawan di Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Minggu (15/10/2017), akhirnya tertangkap. Pelaku yang bernama Eko Dwi Prasetya, 34, warga Kulonprogo itu ditangkap oleh jajaran…