Dwi Hartanto. (Sumber akun facebook Dwi Hartanto)
Kamis, 12 Oktober 2017 17:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Ibunda Berharap Dwi Hartanto "The Next Habibie" Pulang ke Madiun

Ibu kandung Dwi Hartanto “The Next Habibie” mengaku kangen dan ingin anak bungsunya pulang ke kampung halaman.

Solopos.com, MADIUN — Ibu kandung Dwi Hartanto, Sulastri, mengaku kangen terhadap anak bungsunya itu. Kali terakhir, Dwi Hartanto yang sempat disebut-sebut sebagai “The Next Habibie” itu pulang ke Madiun pada Januari 2017 untuk menghadiri acara 40 hari meninggalnya bapak kandungnya.

Sulastri berharap Dwi bisa pulang dan menjenguk dirinya di kampung yang kini tinggal sendirian. (baca: Dwi Hartanto “The Next habibie” ternyata Warga Madiun)

“Sejak melanjutkan kulian di Belanda, Dwi jarang pulang. Kalau menelepon biasanya dengan menggunakan telepon tetangga,” kata warga RT 006/RW 001, Dusun Santan, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Madiun, itu, Rabu (11/10/2017).

Sulastri bercerita sejak SD hingga SMK, Dwi Hartanto memang dikenal sebagai anak yang pandai. Sejak kecil Dwi memang selalu berprestasi di tingkat akademik.

Tidak hanya Dwi, kakak kandung Dwi, Muhammad Suhartono, juga menjadi anak yang berprestasi. Saat ini, Suhartono tinggal di Australia untuk belajar.

“Saya biasanya memanggilnya kecil, karena anaknya kecil,” kata dia. (baca juga: Anaknya Berbohong, Ibunda Dwi Hartanto “The Next Habibie” Minta Maaf)

Sulastri mengaku tidak memiliki cara khusus untuk mendidik kedua putranya itu hingga menjadi anak yang berprestasi. Namun, dia menuturkan kedua anaknya memang rajin beribadah dan displin belajar.

Dwi, menurut Sang Ibu, juga tidak pernah meninggalkan salat dan membaca Alquran. Sebagai keluarga dengan ekonomi yang pas-pasan, Sulastri selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada putra-putranya.

Bahkan, dahulu saat sedang membutuhkan biaya untuk membayar uang kuliah anaknya, dia terpaksa menjual usaha Wartel miliknya. Dia juga kerap berpesan kepada kedua anaknya untuk memiliki cita-cita yang tinggi meskipun kondisi keluarga sedang sulit.

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…