Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/4/2016).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/4/2016).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 12 Oktober 2017 23:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

Hindari Cara Kebut Semalam Dalam Mengisi Rapor

Manfaat yang diperoleh dengan rapor ganda, orang tua dapat mengikuti perkembangan anak secara keseluruhan dengan tidak hanya melihat dari sisi penilaian akademik

Solopos.com, JOGJA-Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY  mengimbau para guru untuk menghilangkan cara kebut semalam dalam mengerjakan rapor siswa ketika rapor ganda diterapkan.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji meyakini guru tidak akan berat melaksanakan program ini jika memulai melakukan penilaian itu sejak awal. Guru dapat menuliskannya di dalam ponsel berbagai aktivitas setiap anak baik positif maupun negatif kemudian direkap sebagai bahan mengisi rapor.

Baca juga : DIY Siap Terapkan Rapor Ganda, Seperti Apa?

“Itu [sistem kebut semalam] harus dihilangkan, karena tuntutan kurikulum sudah tidak demikian, sudah menghendaki bisa merekam aktivitas murid setiap hari, tetapi kan tidak sulit amat, berapa sih jumlah murid itu kan setiap hari tidak ketemu. Sehingga seandainya pada hari itu tidak sempat kan bisa membuatnya di hari lain. Seandainya dia akan membuat di akhir [jelang penerimaan rapor] dia kan tahu anak yang dididik seperti apa karena dia punya catatan setiap anak,” jelas dia.

Manfaat yang diperoleh dengan rapor ganda, orang tua dapat mengikuti perkembangan anak secara keseluruhan dengan tidak hanya melihat dari sisi penilaian akademik. Selain itu dengan penilaian karakter itu supaya anak mengetahui bahwa sejak awal ia harus berbuat baik sehingga keberadaan rapor ganda menjadi motivasi tersendiri bagi siswa.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Dana Pensiun Ternyata Bukan Untuk PNS Saja

“Tahun kemarin [2016] ada satu yang dilikuidasi. Bisa saja karena pendanaannya tidak kuat” Solopos.com, JOGJA-Belum banyak masyarakat yang memahami dana pensiun swasta meskipun keberadaannya telah diatur dalam Undang-Undang No 11/1992 tentang Dana Pensiun. Jamaludin Joyoadikusumo selaku Direktur Dana Pensiun Muhammadiyah…