Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/4/2016).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/4/2016).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 12 Oktober 2017 22:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

DIY Siap Terapkan Rapor Ganda, Seperti Apa?

“Jadi kalau misalnya nanti mau diterapkan secara nasional dengan formal, di DIY sudah dilaksanakan unsurnya”

Solopos.com, JOGJA–Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyatakan kesiapannya untuk memberlakukan rapor ganda seperti yang diwacanakan Kemendikbud. Berbagai unsur yang ada dalam rapor ganda terutama kompetensi dan pembentukan karakter telah banyak diterapkan di sekolah DIY.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, ia belum mendapatkan surat resmi untuk menerapkan rapor ganda. Oleh karena itu, ia belum mengetahui seperti apa format rapor ganda yang dikehendaki Kemendikbud tersebut.
“Kami tergantung pusat, secara formal kapan tentu kami menunggu suratnya, yang dikehendaki dari rapor itu seperti apa,” terangnya saat ditemui Harian Jogja, Rabu (11/10/2017).

Ia menambahkan, sebetulnya berbagai unsur dalam rapor ganda sudah dilaksanakan di DIY, hanya secara formal dalam bentuk rapor seperti yang diinginkan Kemendikbud, belum dilakukan. Sekolah di DIY sudah banyak menerapkan penilaian yang mengarah ke rapor ganda.  Semua unsur baik akademik, karakter, ketrampilan anak secara keseluruhan sudah banyak sekolah yang melaksanakan penilaiannya. “Jadi kalau misalnya nanti mau diterapkan secara nasional dengan formal , di DIY sudah dilaksanakan unsurnya,” ujar dia.

Dengan berbagai unsur yang diterapkan tersebut bisa dilihat kemampuan anak seperti prestasi rekam perilaku anak hingga kemampuan akademik saerta praktik ketrampilan dan karakter. Oleh karena itu, Aji menyatakan siap jika DIY menjadi salah satu kota yang harus menerapkan rapor ganda karena telah memiliki modal awal tersebut.

“Prinispnya kami sudah siap untuk melaksanakan. Tentu kami menunggu bentuk yang dikehendaki Kemendikbud, formal seperti apa tetapi kalau substansi sudah jalan [di DIY], kalau memang kemudian dilaunching dimulai dan harus ada penyeragaman secara nasional ini kami tunggu. Kalau sosialisasi kanm tinggal sosialisasi format saja,” ungkap dia.

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…