Suharti, pedagang di Pasar Beringharjo menjual beras mulai kualitas medium sampai premium, Selasa (25/7/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Suharti, pedagang di Pasar Beringharjo menjual beras mulai kualitas medium sampai premium, Selasa (25/7/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 12 Oktober 2017 19:20 WIB Holy Kartika N. S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Beras Medium Langka di Jakarta, Bagaimana di Jogja?

Pasokan beras medium di Jogja cenderung aman, jika dibandingkan beberapa daerah lain di Indonesia

Solopos.com, JOGJA-Pasokan beras medium di Jogja cenderung aman, jika dibandingkan beberapa daerah lain di Indonesia. Harga beras ini dinilai stabil, kendati masih relatif sedikit mahal.

Kepala Bulog Divre DIY, Miftahul Ulum mengungkapkan kondisi kelangkaan beras di Jakarta sampai saat ini belum memengaruhi pasaran Jogja.

“Sampai saat ini tidak ada kelangkaan beras medium di Jogja, semoga tidak terjadi,” ujar Miftah kepada Solopos.com, Kamis (12/10/2017).

Miftah memaparkan konsumsi beras medium di Jogja masih cukup tinggi. Bahkan, konsumsi beras ini masih lebih tinggi dibandingkan beras premium yang saat ini cukup marak dijual di pasaran.

Bagi masyarakat, baik beras medium maupun premium masih dinilai sama saja. Miftah mengungkapkan masyarakat belum memahami dengan baik perbedaan antara kedua beras tersebut.

“Kalau jenis berasnya, relatif sama saja. Hanya saja kalau perbedaan secara fisik yang dapat diamati, beras premium lebih putih dan butir berasnya utuh,” ungkap Miftah.

Selain itu, beras medium derajat sosohnya maksimal 95% dengan kadar air 14% dan bulir patahnya sekitar 25%. Sedangkan pada beras premium, maksimal derajat sosohnya sebesar 95% dengan kadar air 14% dan bulir patah lebih rendah yakni hanya 15%.

“Produksi beras ini saat ini juga masih cukup bagus yakni rata-rata 100 ton sampai 200 ton per hari. Harga HET juga masih di kisaran Rp8.000 per kilogram,” jelas Miftah.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…