Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 12 Oktober 2017 14:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BENCANA JATENG
Gubernur Minta Personel BPBD On Call

Bencana diantisipasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan meminta para personel BPBD senantiasa siap on call.

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Ganjar Pranowo meminta seluruh anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPND) di Jawa Tengah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota untuk selalu siaga atau on call selama musim penghujan 2017. Seruan itu ia sampaikan karena menyadari kerawanan bencana alam di Jateng.

“Sebarkan poster tentang ciri-ciri bencana, bereskan jalur evakuasi ke tempat-tempat pengungsian yang aman. Pastikan semua logistik kita semua siap dan semua personel on call apabila sewaktu-waktu terjadi bencana,” pinta Gubernur Ganjar Pranowo di Kota Semarang, Jateng, Rabu (11/10/2017).

Ganjar memaparkan kondisi cuaca tidak menentu yang terjadi beberapa waktu terakhir ini hendaknya diwaspadai oleh masyarakat. Mantan mantan aktivis mahasiswa pencinta alam (mapala) yang kini orang nomor satu di Jateng itu menginstruksikan seluruh jajaran BPBD provinsi, kabupaten dan kota untuk melakukan pemetaan masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana, seperti daerah yang kemiringan tanahnya terhitung ekstrem.

Instansi-instansi yang terkait dengan kebencanaan dan kemanusiaan juga diminta meningkatkan sinergi dengan anggota Forum Kewaspadaan Diri Masyarakat (FKDM) untuk menyosialisasikan tanda-tanda terjadinya bencana. “Kita sebarkan ilmu titen yang dimiliki. Longsor itu niteninya tidak terlalu sulit, kita cek tebing-tebing apakah muncul rekahan-rekahan. Yang perlu dipetakan adalah di mana konsentrasi-konsentrasi penduduk di area yang memang ekstremitas kemiringan cukup tinggi,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan yang pernah pula menjadi anggota DPR itu menegaskan operasi kemanusiaan tidak pernah memandang batas wilayah kepemimpinan. Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan apresiasi karena pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota mampu bersinergi dengan baik dalam mengatasi kebencanaan yang terjadi di sekitar mereka tanpa memikirkan ego sektoral masing-masing.

“Kemanusiaan itu tidak bercerita tentang teritori pemerintahan, kemanusiaan itu bercerita tentang nyawanya selamat atau tidak. Saya menyampaikan terima kasih karena kita ada kesamaan, kita tidak melihat apakah kita pusat, provinsi atau kabupaten-kota,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…