Ilustrasi genangan rob atau banjir air laut di Jl. Kaligawe, Kota Semarang. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Ilustrasi genangan rob atau banjir air laut di Jl. Kaligawe, Kota Semarang. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Kamis, 12 Oktober 2017 07:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BANJIR SEMARANG
5 Tanggul Sungai Beringin Berisiko Jebol

Banjir mengancam Kota Semarang karena lima tanggul Sungai Beringin berpotensi jebol.

Solopos.com, SEMARANG — Kota Semarang yang akrab dengan bencana banjir semakin berisiko dengan air bah. Seorang anggota DPRD Kota Semarang mengingatkan setidaknya ada lima tanggul di sepanjang Sungai Beringin yang rawan jebol karena debit air yang bakal meningkat pada musim penhujan 2017 ini.

“Khusus Sungai Beringin, ada lima titik tanggul yang rawan jebol, yakni di dua titik di RW 005, sisanya di RW 004, 006, dan 007,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/10/2017).

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan normalisasi Sungai Beringin sangat mendesak dilakukan karena sudah mengalami sedimentasi yang tinggi sehingga aliran sungai sering meluap. Apalagi, kata dia, sekarang ini sudah memasuki musim penghujan sehingga dikhawatirkan kembali banjir sebagaimana sebelumnya yang selalu menggenangi ribuan rumah warga dan jalur jalan pantai utara (pantura) Pulau Jawa jalur Semarang-Kendal.

“Tidak hanya Sungai Beringin, tetapi juga Sungai Plumbon. Kedua sungai ini memiliki sedimentasi yang tinggi. Setiap hujan kan airnya selalu meluap menyebabkan banjir,” kata Pilus—sapaan akrab Kadarlusman.

Akan tetapi, Pemerintah Kota Semarang tidak bisa melakukan normalisasi karena sungai-sungai tersebut berada di bawah pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana. Upaya perbaikan tanggul yang jebol juga tidak bisa dilakukan, kata dia, sehingga pemerintah kota hanya bisa melakukan penanganan darurat, seperti pembuatan tanggul menggunakan branjang.

“Perbaikan tanggul saja, Pemkot Semarang tidak bisa melakukan karena bukan ranahnya. Ya, kami hanya bisa berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan darurat, seperti tanggul branjang,” katanya. Pilus mengatakan sebenarnya sudah banyak komplain dari warga yang disampaikan, tetapi pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena Sungai Beringin dan Plumbon sejak 2016 sudah dialihkan kewenangan pengelolaannya.

Selama ini, kata dia, DPRD Kota Semarang selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan perbaikan tanggul darurat. “Kami berharap kedua sungai ini (Sungai Beringin dan Plumbon, red.) segera dinormalisasi, atau kalau tidak beri kewenangan Pemkot Semarang untuk melakukan normalisasi,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…