Mulyono, 31, pekerja panitia Solo Batik Fashion keenam merapikan dekorasi di Benteng Vastenburg Solo, Kamis (4/9/2014). Sesuai dekorasi yang dipasang Mulyono, SBF ke-6 itu oleh panitianya dinamai SBF 6. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos) Mulyono, 31, pekerja panitia Solo Batik Fashion keenam merapikan dekorasi di Benteng Vastenburg Solo, Kamis (4/9/2014). Sesuai dekorasi yang dipasang Mulyono, SBF ke-6 itu oleh panitianya dinamai SBF 6. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)
Rabu, 11 Oktober 2017 22:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Solo Batik Fashion 2017 Digelar Indoor, Ini Alasannya

Event Solo Batik Fashion yang biasanya digelar di ruang terbuka tahun ini digelar indoor.

Solopos.com, SOLO — Untuk kali pertama event Solo Batik Fashion (SBF) 2017 akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo di area indoor atau ruangan tertutup. Biasanya acara ini digelar di ruang terbuka.

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Disparta) Solo, Nunuk Mari Hastuti, menjelaskan SBF 2017 adalah SBF kesembilan yang digelar di Atrium Solo Paragon Mall, Jumat-Minggu (13-15/10/2017) mulai pukul 19.00 WIB.

“Selama ini SBF selalu kami gelar pada area outdoor, misalnya di Gladag, Benteng Vastenburg, jalan menuju Keraton Solo, serta halaman Balai Kota Solo. Namun karena Balai Kota Solo sedang direnovasi selain itu juga pertimbangan cuaca, kami memutuskan SBF tahun ini digelar di mal,” kata Nunuk, dalam sesi jumpa pers di Solo Paragon Mall, Rabu (11/10/2017).

Kendati digelar di mal, Nunuk menilai event tersebut tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin menyaksikan. Bahkan, dia juga berharap aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Solo ikut menyaksikan dan memeriahkan event budaya.

“Mal bukanlah tempat yang eksklusif. Jadi siapa pun bisa menyaksikan,” kata Nunuk.

Kreator SBF 2017, Djongko Rahardjo, mengakui pemilihan lokasi indoor telah melalui perdebatan panjang dengan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. Dia memastikan lokasi indoor tidak akan mengurangi esensi SBF sebagai event budaya milik masyarakat Solo karena mal adalah ruang publik yang bisa diakses siapa pun.

Djongko merujuk penyelenggaraan fashion show di kota-kota besar yang mulai ngetren digelar di mal. “Kami juga berkaca pada SBF tahun lalu yang digelar di halaman Balai Kota Solo dan SBF 2015 di Gladag. Saat itu hujan mengguyur Kota Solo sehingga ada beberapa desainer yang tidak bisa mempresentasikan karya mereka karena hujan,” ujar Djongko.

SBF 2017 menggandeng 35 desainer dengan desainer tamu dari Jakarta, Eko Tjandra. Dengan usianya yang sudah sembilan tahun, dia berharap SBF 2017 menjadi awal dari keinginan para desainer Solo agar Solo bisa dikenal sebagai kota fashion.

“Meskipun jangkauan untuk mencapai mimpi ini masih terlalu jauh, kami berharap SBF bisa terus berkontribusi di bidang fashion khususnya batik,” kata Djongko.

Selama sembilan tahun itu pula penyelenggara tetap konsisten mengangkat kekayaan seni batik dan budaya Nusantara. Tahun ini, tema SBF adalah Archipelago yang mengangkat kekayaan Nusantara.

“Archipelago diartikan dengan Nusantara, ada rasa cinta menghargai Nusantara salah satunya dengan kekayaan kain. Desainer akan menampilkan karya mereka dengan memakai batik dari seluruh Indonesia,” kata Djongko.

Dia berharap SBF dapat mengarahkan para kreator busana, pengrajin, pengusaha fashion dan konsumen, untuk mengapresiasi kehidupan dan ciri khas masyarakat Solo sebagai masyarakat kota budaya. Ajang ini juga bisa menjadi wadah bagi para perancang busana mempromosikan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas karya mereka dalam menghadapi era ekonomi global.

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Penembakan Brutal Terjadi di Pantai Samas, Seorang Wisatawan Jadi Korban

Unit Reskrim Sanden masih melakukan pengejaran hingga Senin siang (16/10/2017), terhadap tersangka pelaku penembakan di Pantai Samas Solopos.com, BANTUL – Unit Reskrim Sanden masih melakukan pengejaran, terhadap tersangka pelaku penembakan di Pantai Samas, Srigading, Sanden, Minggu (15/10/2017). Menurut keterangan Kanit…