Ilustrasi warga tenggelam.(GhanaCrusader.com) Ilustrasi orang tenggelam.(GhanaCrusader.com)
Rabu, 11 Oktober 2017 11:55 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Warga Terpeleset di Pantai Srakung Sempat Terlihat, tapi Hilang Lagi Ditelan Ombak

Kecelakaan laut terjadi di wilayah Pantai Srakung, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, pada Senin (9/10/2017) sore

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Kecelakaan laut terjadi di wilayah Pantai Srakung, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, pada Senin (9/10/2017) sore.

Akibatnya seorang pencari rumput laut bernama Sukianto,40, warga Desa Tileng, Girisubo hilang dan masih dalam pencairan anggota SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko mengatakan, hingga Selasa (10/10/2017) sore, tim terus melakukan pencarian terhadap korban laka laut di Pantai Srakung. Pasalnya sejak hilang pertama kali pada Senin sore, korban belum diketemukan.

“Tadi sempat ada anggota yang melihat jasad korban, tapi dikarenakan terhalang ombak proses evakuasi belum berhasil dilakukan,” kata Sunu kepada wartawan, Selasa kemarin.

Dia menjelaskan, hilangnya korban Sukianto karena terpleset saat mencari rumput laut di Pantai Srakung pada Senin sore. Saat kejadian, rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun karena ombak yang besar maka usaha tersebut sia-sia.

“Baru setelah hilang, warga melapor ke SAR. Dalam pencarian, kami menggunakan empat perahu dan puluhan relawan yang melakukan pencarian melalui darat,” ungkapnya.

Sunu pun menambahkan, proses pencairan belum membuahkan hasil karena faktor alam yang disebabkan karena tingginya gelombang. Namun demikian, ia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menemukan jasad korban. “Untuk pencarian, kami tidak sendiri karena juga melibatkan warga sekitar dan juga relawan dari Basarnas,” papar dia.

Kepala Desa Pucung, Girisubo membenarkan adanya laka laut di kawasan Pantai Srakung. Menurut dia, peristiwa terjadi saat korban sedang mencari rumput laut di sekitaran pantai. “Dia terpleset dan terbawa arus hingga hilang. Untuk sekarang masih dalam pencarian,” katanya.

Adanya peristiwa ini, Bambang pun meminta kepada warga untuk lebih berhati-hati sehingga peristiwa yang sama tidak terulang kembali. “Semua harus hati-hati karena jika sampai terjadi sesuatu dapat  berakibat fatal,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…