KSR PMI memberikan pertolongan kepada korban bencana alam gempa bumi dalam simulasi dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Semarang, Jateng, Rabu (26/4/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) KSR PMI memberikan pertolongan kepada korban bencana alam gempa bumi dalam simulasi dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Semarang, Jateng, Rabu (26/4/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Rabu, 11 Oktober 2017 09:40 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Warga Kawasan Rawan Longsor Mulai Waspada

BPBD mulai menyiagakan masyarakat di Sleman untuk waspada bencana longsor.

Solopos.com, SLEMAN— Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan, terdapat 200 titik rawan longsor yang tersebar di Kecamatan Prambanan selama musim hujan ini. Warga di kawasan rawan longsor kini mulai waspada bencana.

BPBD memetakan terdapat 200 titik lokasi rawan longsor di Kecamatan Prambanan saja. Joko Lelono, Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman mengatakan masih ada kemungkinan penambahan titik rawan longsor lainnya, “Kurang lebih 200 tapi kita tidak bisa memastikan jika ada penambahan,” ujarnya, Selasa (10/9/2017). Disebutkannya, hanya Desa Madurejo dan Sumberharjo yang tidak memiliki rekahan potensi longsor. Potensi rekahan tanah muncul di sepanjang pegunungan Prambanan yang masuk wilayah Desa Gayamharjo, Wukirharjo, Sumberejo, dan Bokoharjo.

Saat ini kata dia, masyarakat di Prambanan mulai memasuki masa waspada bencana longsor. BPBD juga telah melakukan sejumlah kegiatan untuk menyiapkan kesiapsiagaan dan memetakan kerentanaan masyarakat. Joko mengatakan salah satunya masyarakat diajak untuk menutup rekahan kecil dengan tanah lempung untuk mengantisipasi air.

Kegiatan peningkataan kewaspadaan bencana belakangan juga banyak dilakukan di Desa Gayamharjo. Pasalnya, desa itu memiliki lereng yang cukup terjal sehingga potensi longsornya cukup tinggi. Selain itu, BPBD juga sudah melaksanakan apel siaga bencana di Kecamatan Pakem menghadapi musim hujan ini. Persiapan juga termasuk akses 24 jam terhadap kamera pengintai alias CCTV di Gunung Merapi dan mengaktifkan sistem peringatan dini bencana atau Early Warning System (EWS) di Prambanan. Joko mengatakan jika saat ini ada tiga EWS telemetri di Sleman yang tersebar di Gayamharjo, Sambirejo, dan Wukirharjo.

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…