Kegiatan Parenting di TK Adi Siwi, di Donotirto, Bangunjiwo, Kasihan, Selasa (10/10/2017). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja) Kegiatan Parenting di TK Adi Siwi, di Donotirto, Bangunjiwo, Kasihan, Selasa (10/10/2017). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 11 Oktober 2017 16:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Wali Murid Diajak Selaraskan Pendidikan di Rumah dan dari Sekolah

TK Adi Siwi adakan Parenting Education, di Donotirto, Bangunjiwo, Kasihan, Selasa (10/10/2017).

 
Solopos.com, BANTUL — TK Adi Siwi adakan Parenting Education, di Donotirto, Bangunjiwo, Kasihan, Selasa (10/10/2017). Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan antara pendidikan di sekolah dengan dirumah agar pendidikan yang disampaikan dapat diterima oleh siswa secara maksimal.

Menurut Pengawas TK Kecamatan Kasihan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bantul Sri Murwananik ini sangat penting untuk mensingronkan pendidikan sekolah maupun rumah.

“Terkadang di sekolah diajarkan banyak hal namun jika dirumah tidak ada kesinambungan hasilnya tidak maksimal,” ujar Sri.

Dalam kesempatan tersebut Sri Murwananik mengatakan bahwa orang tua adalah pendidik utama dan pertama. “Peran orangtua sendiri ada enam, yang pertama pendidik, kedua panutan, ketiga pendamping, lalu konselor, komunikator, serta sahabat bagi anak,” katanya.

Sebagai pendidik, orang tua wajib memberikan bimbingan dan arahan sebagai bekal dan benteng untuk menghadapi perubahan-perubahan seperti zaman, teknologi. Sebagai panutan orangtua diharuskan dapat menjadi panutan contoh teladan yang baik perkataan, sikap dan perbuatan.

Sebagai pendamping orang tua wajib mendampingi anaknya agar tidak terjerumus ke lingkungan yang salah, pendampingan itu juga tidak dengan kekerasan. Sebagai konselor, orangtua harus ada saat anaknya dalam kesulitan, tidak menghakimi, agar beban anak tidak semakin bertambah.

Sebagai komunikator diharapkan orangtua dan anak saling menghargai, serta menghargai prestasi anak sekecil apapun. Terakhir orangtua sebagai sahabat, dengan hal itu anak diharapkan dapat lebih nyaman untuk bercerita, anak diharapkan tidak hanya diberi telepon genggam, namun juga diajak bermain.

Sri Murwananik mengharapkan program ini akan terus berlanjut agar hubungan orang tua dan anak lebih baik, karena menurutnya yang paling berpengaruh baik buruknya anak adalah orang tua. Senada dengan Sri, Kepala TK Adi Siwi, Ngadiyem mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk orangtua siswa di TK nya.

“Pembelajaran yang disampaikan oleh kami dari sekolah dengan orangtua agar sama dapat dipahami dengan baik oleh anak. Dapat dilihat juga tadi para orang tua juga sangat antusias,” kata Ngadiyem

Ngadiyem juga berharap kegiatan ini dapat berlanjut karena sangat positif seperti program sebelumnya yaitu deteksi dini tumbuh kembang anak yang awalnya tidak diprogramkan, namun dia juga mempertimbangkan kesepakatan dengan orangtua.

“Itu program dari sekolahan materi dari narasumber tidak harus dari pengawas, namun pengawas sebagai pembimbing kami. Maka saya ngrawuhke, nanti suatu saat pas ada program, pengawas juga ada kegiatan, bisa ganti yang lain,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…