Owner Prima Abadi Samuel Kurniadi, Direktur yang juga pemilik dari toko gadget Prima Abadi. (Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Rabu, 11 Oktober 2017 04:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Tokoh Share :

SOSOK INSPIRATIF
Sukses Berkat Mengumpulkan Insentif Rp10.000

Samuel mengawali kariernya sebagai karyawan pada perusahaan distributor handphone di Jakarta pada 1990

Solopos.com, JOGJA-Setiap pengusaha memiliki cara yang berbeda dalam menentukan kesuksesannya. Begitu pula dengan Samuel Kurniadi, Direktur yang juga pemilik dari toko gawai Prima Abadi.

Pria berdarah Tionghoa ini merupakan satu dari sederet pengusaha di Jogja yang sukses dari hasil kerja keras serta ketelatenan dalam berbisnis. Rupiah demi rupiah yang ia kumpulkan akhirnya membentuk timbunan kesuksesan yang ia raih dalam waktu yang tidaklah lama.

Samuel mengawali kariernya sebagai karyawan pada perusahaan distributor handphone di Jakarta pada 1990. Waktu 16 tahun sudahlah cukup baginya dalam mempelajari perangkat handphone beserta dengan trik penjualannya. Hingga akhirnya memasuki 2006, ia memutuskan untuk pindah di cabang Semarang dan bertahan sampai 2009.

Puluhan tahun bergelut dalam bidang gawai cukup baginya untuk merintis karier secara mandiri. Tepat pada 2009, ia pun membuka counter handphone Blackberry Corner dengan ruangan ukuran 30 meter persegi di Jogja. Keberadaan counter tersebut mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat.

Namun sayang, eksistensi Blackberry yang semakin meredup karena terpaan handphone berbasis android saat itu, sempat membuatnya tumbang dalam berbisnis. “Blackberry redup dan saldo saya sampai nol. Karena tidak bisa diharapkan lagi maka saya harus kerja,” katanya pada Harian Jogja saat ditemui di kantornya di Jl Gejayan No 12 Jogja, Senin (9/10/2017) sore.

Counter yang ada di pojokan toko perlengkapan kantor itupun akhirnya ia kembangkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya saat ini luasannya dua kali lipat dari sebelumnya. Beragam merek handphone ia jual. Salah satu merek memberikan insentif Rp10.000 jika ia mampu menjual satu unit produk.

“Itu [insentif] setia saya jalani. Harus setia dari yang kecil dulu maka akan menjadi besar,” tutur dia.

Beruntung, perusahaan handphone yang memberikan insentif tersebut memberikan penilaian dari pertumbuhan penjualannya. Perusahaan handphone tersebut telah mencatat pertumbuhan penjualan Prima Abadi yang luar biasa sehingga kepercayaan terhadap Prima Abadi meningkat.

Dalam menjalani bisnisnya, bapak dua anak ini pernah menghadapi berbagai ujian. Namun, ia memiliki keyakinan ujian sesusah apapun pasti ada jalan keluarnya. Baginya, unsur loyalitas dan ketelatenan perlu diutamakan dalam berbisnis karena keberhasilan tidak datang begitu saja tetapi datang perlahan.

Saat ini, ia memiliki sekitar 20 karyawan. Berbagai training ia berikan kepada bawahannya untuk menjaga kualitas pelayanan Prima Abadi. Fasilitas penunjang seperti sofa dan softdrink yang siap di ruang tamu juga ikut memanjakan.

Meski bertindak sebagai pimpinan, Samuel tetap mengutamakan keputusan yang menguntungkan dua belah pihak. Briefing pagi yang dilaksanakan rutin setiap hari bertujuan menyamakan persepsi. “Semua dijabarkan, mau kemana, budaya yang akan dibentuk. Saya tanya mereka sebelum bikin kesepakatan. Jadi dua arah,” kata pria yang tinggal di daerah Sinduadi, Mlati, Sleman ini.

Dalam sehari, Samuel hampir menghabiskan separuh hari untuk bekerja. Ia bekerja mulai pukul 9.30-20.00 WIB. Kendati demikian, ia selalu menyempatkan diri untuk kedua anaknya. “Paling enggak saya antar mereka sekolah,” kata suami dari Lidya Budiwati ini.

Sementara itu, setiap akhir pekan, waktu yang ada ia gunakan untuk makan bersama. Tidak jarang juga kedua anaknya menghampirinya di kantor Prima Abadi untuk sekadar bertemu dengan sang ayah.

Meski sudah sukses di bidang gawai, Samuel bercita-cita ingin mengembangkan usaha lainnya yaitu toko oleh-oleh yang ada di Jalan Malioboro. Ke depan ia juga ingin mengembangkannya di dekat bandara baru di Kulonprogo.

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…