Salah seorang petani asal Kecamatan Karangmojo, Rebo Sujiwanto menunjukkan Kartu Tani yang baru saja dia terima saat dibagikan di Aula Kecamatan Karangmojo. Kamis (6/9/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Salah seorang petani asal Kecamatan Karangmojo, Rebo Sujiwanto menunjukkan Kartu Tani yang baru saja dia terima saat dibagikan di Aula Kecamatan Karangmojo. Kamis (6/9/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Rabu, 11 Oktober 2017 09:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PERTANIAN JATENG
Wow, Kartu Tani Bakal Digunakan Petani se-Indonesia

Pertanian Jateng, salah satu sistemnya berupa kartu tani mendapat apresiasi positif dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Solopos.com, SEMARANG – Strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memajukan sektor pertanian wilayahnya melalui program kartu tani mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan bahkan siap mengembangkan kartu tani buatan Jateng itu agar bisa diaplikasi seluruh petani di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan, Momon Rusmono, mengatakan hingga kini kartu tani sudah diterapkan di sejumlah daerah di Pulau Jawa seperti Jawa Timur (Jatim), Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Memang Jateng sebagai inisiator,” ujar Momon dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Selasa (10/10/2017).

Momon menilai program kartu tani mempermudah petani dalam mendapatkan pupuk, bibit dan akses permodalan di bidang pertanian. Jika dalam pelaksanaannya belum optimal, hal itu karena program tersebut baru diterapkan.

“Insya Allah kedepan jauh lebih baik dan positif, serta semua bisa terdata dengan baik by name by address,” terangnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengapresiasi rencana pengembangan kartu tani di seluruh provinsi di Indonesia. “Sudah diterapkan beberapa provinsi, dan sudah diperintahkan untuk menyusun itu, tinggal masing-masing provinsi saja karena ini akan menjadi data nasional,” katanya.

Program kartu tani merupakan langkah untuk mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi secara tepat, baik dari segi jenis, harga, mutu, waktu, dan tempat.

Bukan hanya soal distribusi pupuk bersubsidi serta keterjaminan persediaan pupuk, lebih jauh program ini juga untuk membantu mengalokasikan bantuan sarana produksi pertanian secara tepat sasaran.

Selain itu, adanya kartu tani juga diharapkan bisa menstabilkan harga komoditas pertanian saat mengalami lonjakan harga di pasar. Sebab, dalam kartu ini terhubung pada sistem informasi pertanian Indonesia (Sinpi) yang juga memuat luas lahan hingga jenis komoditas yang ditanam. Bahkan saat ini kartu tani juga sudah terintegrasi dengan aplikasi berbasis web dengan nama regopantes.com, yang akan membantu petani memangkas rantai distribusi dan memperoleh harga yang pantas.

Di Jawa Tengah sendiri, hingga akhir Juli 2017 penyerahan kartu tani sudah mencapai 92,13% atau mencapai 1,506,160 petani dari total jumlah petani yang terdaftar, yakni 1,634,862 orang. Dari jumlah tersebut, 84,65% atau mencapai 1,383,914 petani sudah menerima dan dapat memanfaatkan kartu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…