Sejumlah siswa mengarak lambang Garuda Pancasila dalam karnaval Parade Kolosal Kebangsaan SMKN 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (20/9/2107). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Sejumlah siswa mengarak lambang Garuda Pancasila dalam karnaval Parade Kolosal Kebangsaan SMKN 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (20/9/2107). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Rabu, 11 Oktober 2017 00:40 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Lembaga Agama Perlu Bekontribusi dalam Pembangunan

Bupati Gunungkidul minta lembaga agama terlibat pembangunan.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menilai pembangunan daerah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Lembaga agama juga diharapkan turut serta dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Bupati Gunungkidul, Badingah saat menghadiri peresmian Paroki Santo Yusuf, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Minggu (8/10/2017) malam. Paroki sendiri merupakan komunitas umat katolik yang dibentuk secara tetap dengan batas-batas kewilayahan tertentu dalam Keuskupan yang membawahi beberap gereja.

Menurutnya, dengan adanya Paroki tersebut diharapkan mampu menyiapkan generasi muda yang berkualitas untuk mendukung pembangunan Gunungkidul. “Gereja hendaknya juga menjadi mitra pemerintah dalam menanamkan dan membangun kareakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai etika dan moral, memiliki etos kerja yang baik dan berdaya saing sehingga menjadi sumber daya manusia yang berkwalitas membangun Gunungkidul,” kata dia, Minggu (8/2017).

Lanjutnya lagi lembaga keagaamaan juga diharapkan ikut berpartisipasi bersama pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. “Saya berharap lembaga keagaaman, termasuk gereja Katolik santo Yusuf, Bandung juga turut berpartisipasi dalam pelayanan pemberdayaan masyarakat baik bidangng kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, pendidikan hingga perekonomian,” ungkapnya.

Sementara itu Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, Pr yang juga hadir dalam peresmiaan tersebut berharap Paroki dalam memberikan manfaat luas. Tidak hanya untuk umat katolik namun juga bagi masyarakat umum yang ada di Gunungkidul.

Menurut dia sudah seharusnya gereja bermanfaat bagi sesama, sehingga tidak eksklusif dan harus terbuka bagi siapa saja. Di tengah masyarakat yang terdiri dari berbagai umat beragama, diharapkan tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia. “Marilah kita srawung (Berhubungan dengan masyarakat), tidak menjadi kelompok eksklusif,” ungkapnya.

Mgr Robertus mengatakan, persatuan umat beragama di Gunungkidul tak lepas dari campur tangan pemerintah, termasuk berdirinya Paroki mandiri di wilayah barat ini. “Kami ucapkan terimakasih, mendukung kami bahkan memfasilitasi,” ujarnya.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…