Presiden Joko Widodo saat menghadiri Kongres Pancasila IX dii Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jalan Persatuan, Sleman, Sabtu (22/7/2017). (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 11 Oktober 2017 23:30 WIB Samdysara Saragih/JIBI/Bisnis Politik Share :

Kepuasan Publik Tinggi, Jokowi Diminta Tak Tergoda Kampanye Pilpres 2019

Dengan tingkat kepuasan publik yang tinggi, Jokowi diminta tak tergoda kampanye Pilpres 2019 meski tingkat kepuasan publik tinggi.

Solopos.com, JAKARTA — Kalangan partai oposisi berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengisi sisa 2 tahun pemerintahan dengan kerja, alih-alih tergiur melakukan kampanye jelang Pilpres 2019.

Dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia (IPI), sebanyak 68,3% masyarakat puas dengan kinerja pemerintah. Namun, publik masih menginginkan peningkatan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, dan stabilisasi harga kebutuhan pokok.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengapresiasi sejumlah capaian positif pemerintah terutama dalam pembangunan infrastruktur. Menurutnya, selain melanjutkan proyek pemerintahan era sebelumnya, pemerintah juga banyak merintis proyek-proyek baru.

“Hasil survei ini merupakan fakta. Setiap pemimpin pasti punya nilai positif,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Meski demikian, Roy tetap mengingatkan pekerjaan rumah pemerintah sebagaimana janji kampanye Pilpres 2014 masih bejibun. Karena itu, dia meminta Presiden untuk tetap fokus bekerja karena kekuasaannya tinggal 2 tahun lagi. “Terus saja bekerja. Untuk kampanye biarkan tim sukses. Demokrat partai kritis tapi dukung Jokowi sampai 2019,” ucapnya.

Politikus Partai Gerindra Nizar Zahro menambahkan sampai Agustus 2017 baru 3,8 juta lapangan kerja yang bertambah dari janji 10 juta pada kampanye Pilpres 2014. Tahun ini, jumlah penduduk miskin 10,64 juta jiwa atau turun tipis dari 11 juta orang pada 2014.

Di samping itu, janji pertumbuhan ekonomi sebesar 7% hanya terealisasi sekitar 5%. Padahal, Zahro mengatakan negara jiran seperti Filipina, Vietnam, dan Malaysia berhasil tumbuh di atas 6%. “Hasil survei ini wajarlah. Tapi harus ingat sama janjinya,” katanya.

Menanggapi komentar itu, fungsionaris PDIP Puti Guntur Soekarno mengakui bidang ekonomi masih menjadi catatan bagi pemerintah. Walau begitu, dia menjelaskan kepuasan 68,3% publik menandakan bahwa janji Jokowi di bidang lain seperti kesehatan dan infrastruktur terealisasi.

“Jokowi tak hanya beri pengharapan tapi solusi dalam kinerja. Tidak hanya bicara program yang tak tereksekusi,” ujarnya.

Puti memastikan PDIP dan partai pendukung pemerintah lainnya akan turut bekerja untuk merealisasikan janji kampanye. Jika berhasil, Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat ini meyakini tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah bisa melebihi 70%.

Dalam survei IPI, terdapat 29,5% masyarakat yang tak puas atas kinerja pemerintah terutama di bidang ekonomi. Namun, sebanyak 65% publik memproyeksikan satu tahun ke depan ekonomi nasional bakal membaik.

Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi mengatakan optimisme itu berpijak dari keyakinan 72,6% masyarakat akan kepemimpinan Jokowi. Tingkat keyakinan ini stabil sejak survei serupa dilakukan pada Maret 2016.

lowongan pekerjaan
OPRASIONAL,PEMASARAN,ADMIN HR,OFFICE BOY/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PROSTITUSI SEMARANG
Isu Penutupan Kian Santer, SK Sepi

Prostitusi di Semarang, salah satunya terpusat di kawasan Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning (SK). Solopos.com, SEMARANG — Kebijakan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan Indonesia Bebas Prostitusi 2019 rupanya tak dianggap isapan jempol oleh penghuni Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning…