Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Rabu, 11 Oktober 2017 17:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Kepesertaan KB Pria di Bantul Baru 9%

Kepesertaan pria dalam program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Bantul baru mencapai 9%

Solopos.com, BANTUL –Kepesertaan pria dalam program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Bantul baru mencapai 9%. Meski lebih tinggi dari rerata Provinsi DIY yang hanya mencapai 5-7%, capaian tersebut masih tergolong kecil.

Sebab berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKB-PMD) Bantul, angka capaian KB pria dengan metode Medis Operasi Pria (MOP) adalah yang terendah.

Kepala Seksi Pelayanan KB DPPKB-PMD Bantul, Harmanto menuturkan ada beberapa kendala dalam akselerasi program KB pria ini. Diantaranya terbatasnya pilihan jenis alat kontrasepsi yakni MOP dan kondom, dibandingkan alat kontrasepsi perempuan yang terdiri dari lima jenis.

Selain itu, pihaknya sering mendapati penolakan dari pihak keluarga karena banyak yang masih salah persepsi bahwa KB pria dengan MOP merupakan proses orsidektomi atau kebiri.

“Padahal MOP ini adalah proses vasektomi, tidak akan berpengaruh pada kondisi fisik pria,” tegasnya saat ditemui pada acara Pencanangan Kampung KB di Dusun Cembing, Trimulyo, Jetis pada Selasa (10/10/2017).

Kendala lainnya menurut Harmanto, masih ada anggapan hukum KB bagi pria adalah haram dan juga persepsi bias gender bahwa KB hanya perlu dilakukan oleh perempuan saja.

Namun ia menyebut, beberapa tahun terakhir ini kesadaran pria untuk melakukan KB cenderung meningkat. Dilihat dari target tahunan yang selalu terpenuhi. Hingga Agustus saja jumlah kepesertaan KB pria baru mencapai 189 orang dari target 169 orang pada 2017 ini. “Mayoritas berumur 40-50 tahun,” katanya.

Untuk akselerasi program KB pria ini, menurutnya dari 2012 lalu Pemkab Bantul telah memberikan reward/hadiah bagi mereka yang mau bergabung menjadi peserta baru. Mulanya hadiah berupa satu ekor kambing bunting yang merupakan bantuan dari CSR, kini berupa uang tunai senilai Rp1 juta.

Dana untuk hadiah itu diambilkan dari pos APBD sebesar Rp100 juta per tahun, artinya target capaian minimal KB pria sebesar 100 peserta baru/tahun. Pencairan dana hadiah tersebut dilakukan pada bulan Mei, sedangkan layanan KB pria diselesaikan pada bulan Maret.

Selain dengan pemberian hadiah, pencanangan Kampung KB juga salah satu upaya akselerasi program ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Komunikasi Informasi dan Edukasi Bidang KB DPPKB-PMD Bantul, Irma Hermawati.

Menurutnya hingga kini Bantul baru memiliki satu Kampung KB tingkat nasional yakni di Dusun Jasem, Srimartani, Piyungan dan satu tingkat kabupaten di Dusun Dingkikan, Argodadi, Sedayu.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…