Salma divonis usus buntu. (Facebook) Salma divonis usus buntu. (Facebook)
Rabu, 11 Oktober 2017 10:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Heboh Bocah Divonis Usus Buntu karena Seblak, Netizen Protes

Beredar viral di media sosial, cerita tentang bocah perempuan yang usus buntu kabarnya karena terlalu sering memakan seblak.

Solopos.com, BANDUNG – Seblak merupakan menu khas Jawa Barat yang saat ini banyak dijual di berbagai daerah di Indonesia. Belum lama ini beredar cerita miring tentang menu yang populer dengan kuah pedasnya itu. Sebuah cerita di Facebook mengklaim kerupuk mentah di seblak bisa memicu penyakit usus buntu.

Cerita tersebut diunggah pengguna akun Facebook Desy Puspita Yulida, Minggu (8/10/2017). Dalam unggahannya akun Desy Puspita Yulida menceritakan anak perempuannya bernama Salma yang merasakan sakit perut. Kondisi Salma semakin parah hingga seperti keram usus.

“Aku bawa Salma ke IGD Rumah Sakit Immanuel. Waktu diperiksa dokter IGD, Salma muntah-muntah dan diare. Saat dilakukan pemeriksaan darah dan rontgen, hasilnya asam lambung naik, leukosit sel darah putihnya 14.000 lebih,” tulis Desy Puspita Yulida.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, Salma divonis mengalami membengkakan usus dan usus buntu. Salma diminta pulang, namun kalau kembali merasakan sakit, Salma langsung diminta berpuasa minimal enam jam, untuk diberi tindakan operasi.

“Dokter bertanya, apakah anak ini suka makan seblak? Salma menjawab Iya, dokter pun bilang, dalam setahun terakhir sudah mengoperasi ratusan pasien usus buntu karena makan seblak,” tulis Desy Puspita Yulida.

Berdasarkan unggahan Desy Puspita Yulida, dokter menjelaskan penyebab usus buntu yang diderita anaknya bukan dari rasa pedas di seblak. Namun dari kerupuk mentah yang direndam dan menjadi kenyal. Kerupuk itu akan sulit hancur saat berada di usus.

Unggahan Desy Puspita Yulida itu sontak viral dan mengundang pro dan kontra. Saat dipantau Solopos.com, Selasa (10/10/2017), unggahan tersebut sudah dibagikan lebih dari 28.000 kali dan mendapat lebih dari 6.600 komentar.

Beberapa netizen menyayangkan cerita tersebut karena seolah-oleh mengklaim seluruh makanan seblak bagaimanapun cara membuatnya termasuk makanan berbahaya. “Saya pecinta seblak, Alhamdulillah ga kenapa-kenapa peruts saya. Kasihan tukang seblak sama aja menjatuhkan penjual seblak ini mah. Saya rasa hoaks tuh beritanya,” tulis akun Anitha FebriyantiD’queen.

“Kok seblak disalahin? Dokter lulusan mana itu ya? Boleh divalidkan infornya?” tulis akun Mima Rahyudi.

“Kenapa jadi nyalahin seblak? Sepupu saya makan seblak terus malah pedas terus, alhamdulillah gak begitu. Dokter ada-ada aja,” tulis Kumala Dewi Kasyaaf.

Terkait banyaknya komentar yang memprotes kalimat yang menyalahkan seblak akun Desy Puspita Yulida mengunggah status konfirmasi, Selasa. Dalam status konfirmasi Desy Puspita Yulida ia menegaskan kerupuk yang berbahaya adalah yang sudah direndam air namun tetap kenyal.

“Yang dokter tekankan hanya seblak yang terbuat dari kerupuk yang masih alot ketika dikunyah. Kalau kerupuk yang sudah lembek ya aman-aman saja,” tulis Desy Puspita Yulida.

Di status konfirmasinya akun Desy Puspita Yulida juga meminta maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan karena statusnya.

Klarifikasi akun Desy Puspita Yulida

 

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…