Mahasiswa menyegel kantor rektor Universitas Merdeka (Unmer) Ponorogo dengan menggunakan kain mori lantaran tuntutan mereka tidak bisa dipenuhi, Selasa (10/10/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Mahasiswa menyegel kantor rektor Universitas Merdeka (Unmer) Ponorogo dengan menggunakan kain mori lantaran tuntutan mereka tidak bisa dipenuhi, Selasa (10/10/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 11 Oktober 2017 12:15 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

DEMO PONOROGO
Kecewa dengan Kampus Jadi Alasan Mahasiswa Unmer Segel Kantor Rektor

Unjuk rasa Ponorogo, puluhan mahasiswa Unmer Ponorogo menyegel kantor rektor mereka.

Solopos.com, PONOROGO — Puluhan mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Ponorogo menyegel kantor rektorat kampus setempat, Selasa (10/10/2017) sore. Penyegelan dilakukan karena mahasiswa kecewa pihak kampus tidak bisa memberikan kepastian mengenai kapan 400 mahasiswa bisa diwisuda.

Penyegelan kantor rektorat ini dilakukan puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas yang kecewa atas pernyataan dari pihak rektorat dan pimpinan yayasan. Sebelumnya, puluhan mahasiswa itu mengikuti audiensi bersama Pj rektor dan pimpinan yayasan.

Setelah lebih dari 90 menit berdialog mengenai permasalahan tersebut. Dalam audiensi itu, mahasiswa menuntut rektor yang baru segera dilantik dan kemudian segera menandatangani ijazah serta mewisuda yang telah dinyatakan lulus.

Namun, ternyata pihak rektorat tidak bisa berbuat banyak mengenai tuntutan mahasiswa itu. Perwakilan dari kampus mengaku pasrah hingga ada surat rekomendasi dari Kodam Brawijaya untuk melantik rektor yang baru. (baca: Tak Kunjung Diwisuda, Mahasiswa Unmer Unjuk Rasa)

Koordinator aksi, Nindyas Septantina, menegaskan ada sekitar 400 mahasiswa dari angkatan 2012 dan 2013 yang nasibnya hingga kini terkatung-katung. Ada 400 mahasiswa yang tidak bisa diwisuda lantaran ijazahnya belum ditandatangani rektor.

Dia menyayangkan dialog yang dilakukan sore ini tidak membuahkan hasil. Akhirnya, pihaknya menyegel kantor rektor. “Kami menyegel kantor rektorat ini sebagai bentuk kekecewaan kami dan kantor rektor ini harusnya ditempati rektor,” tegas dia.

Nindyas menegaskan pihaknya akan mendatangi Kodam Brawijaya pada pekan ini untuk memastikan nasib ratusan mahasiswa Unmer Ponorogo. “Kami berencana akan datang ke Kodam Brawijaya untuk mempertanyakan masalah ini. Untuk waktunya kami akan berkoordinasi dengan teman-teman lainnya,” terang dia.

Ketua Yayasan Unmer Ponorogo, Asmono Satrio, mengatakan rektor Unmer Ponorogo akan segera dilantik jika surat rekomendasi telah turun.

Permasalahan ini diakui cukup lama mengganggu proses akademik di kampus ini. Dia menegaskan permasalahan yang terjadi memang ada perubahan nama pembina dalam yayasan.

“Ada perubahan nama pembina. Ini yang sedang kami proses di notaris. Setelah selesai di notaris baru kita ajukan ke Kemenkumham,” ujar dia.

Menanggapi aksi mahasiswa yang menuntut agar rektor segera dilantik, Satrio menegaskan setelah rekomendasi dari Pangdam Brawijaya turun, rektor yang baru segera dilantik. Setelah itu baru bisa menandatangani dan mahasiswa bisa segera diwisuda.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…