Pelayanan di kantor BPJS Ketenagakerjaan DIY, Senin (15/8/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Pelayanan di kantor BPJS Ketenagakerjaan DIY, Senin (15/8/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 11 Oktober 2017 22:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

BPJS Ketenagakerjaan Terus Berupaya Tingkatkan Jumlah Kepesertaan

“Secara total jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di DIY telah mencapai 207.752 pekerja dari 5.998 perusahaan”
Solopos.com, JOGJA-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus berupaya meningkatkan jumlah kepesertaan. Upaya pendekatan kepada para pekerja dilakukan baik melalui kegiatan sosialisasi maupun kegiatan berwawasan budaya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jogja Ainul Kholid menyampaikan, realisasi penambahan peserta pada Januari-September 2017 mencapai 50.911 peserta dari 1.145 perusahaan. “Secara total jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di DIY telah mencapai 207.752 pekerja dari 5.998 perusahaan,” kata Ainul pada Harian Jogja di ruang kerjanya, Selasa (10/10/2017).
Ia mengakui, jika dilihat dari target 2017 yaitu 2.710 perusahaan dan jumlah tenaga kerja 117.376, angka pencapaian selama delapan bulan ini belum memenuhi target. Namun berbagai cara ditempuh agar BPJS Ketenagakerjaan mampu mengejar target samapai akhir tahun nanti.
Beberapa cara yang dilakukan seperti dengan sosialisasi masif ke peserta, hadir sebagai pendukung acara dalam beberapa kegiatan seperti lomba perahu layar, sampai menghadiri pertemuan dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan. “Dinas Kesehatan Gunungkidul bersedia bantu akselerasi bagi calon peserta di lingkungan Dinas Kesehatan,” tutur dia.
Selain itu, Tim Deteksi Dini yang diinisiasi oleh UKM dan serikat pekerja, kepolisian, Dinas Koperasi, dan BPJS Ketenagakerjaan juga ikut melakukan monitoring terhadap perusahaan yang membandel. Mereka akan mengunjungi para peserta untuk memberikan pendekatan dan pembinaan tentang pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenegakerjaan.
Cara yang sama juga dilakukan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Di DIY, organisasi ini sudah tersebar di tiga kabupaten/kota, di antaranya Sleman, Bantul, dan Jogja. Mereka melakukan pendekatan dengan kemasan budaya seperti dengan pertunjukan wayang kulit.
“Kita sisipkan [ajakan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan] saat dalang memainkan wayang,” tuturnya. Selain wawasan budaya, ada pula kegiatan jalan sehat sembari menyisipkan ajakan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sampai saat ini, BPJS Ketenagakerjaan sudah menyalurkan santunan untuk 21.487 kasus dengan total nilai Rp187,6 miliar. Di dalam santunan tersebut ada beasiswa untuk anak-anak yang orang tuanya meninggal karena kecelakaan kerja.

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Dana Pensiun Ternyata Bukan Untuk PNS Saja

“Tahun kemarin [2016] ada satu yang dilikuidasi. Bisa saja karena pendanaannya tidak kuat” Solopos.com, JOGJA-Belum banyak masyarakat yang memahami dana pensiun swasta meskipun keberadaannya telah diatur dalam Undang-Undang No 11/1992 tentang Dana Pensiun. Jamaludin Joyoadikusumo selaku Direktur Dana Pensiun Muhammadiyah…