Suasana saat anak-anak SD N 3 Glagah berada di luar sekolah, untuk melihat kendaraan alat berat, di seberang sekolah mereka, Selasa (3/10/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Suasana saat anak-anak SD N 3 Glagah berada di luar sekolah, untuk melihat kendaraan alat berat, di seberang sekolah mereka, Selasa (3/10/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 11 Oktober 2017 18:55 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BANDARA KULONPROGO
Pindahan SDN 3 Glagah Tunggu Listrik Dicabut

Pemindahan berbagai alat pendukung pembelajaran SD Negeri 3 Glagah telah dilakukan secara bertahap selama sepekan terakhir.

Solopos.com, KULONPROGO-Pemindahan berbagai alat pendukung pembelajaran SD Negeri 3 Glagah telah dilakukan secara bertahap selama sepekan terakhir. Kegiatan belajar dan mengajar ditargetkan mulai berjalan di tempat relokasi sementara pada 23 Oktober 2017.

Kepala SD Negeri 3 Glagah, Sri Asiyah menyatakan pihaknya berusaha keras agar kegiatan pembelajaran sudah dipindahkan sebelum adanya pemutusan jaringan listrik di kawasan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada 25 Oktober mendatang. “Kalau listrik sudah dicabut, sekolah otomatis kesulitan,” kata Sri, Selasa (10/10/2017).

Relokasi sementara SD Negeri 3 Glagah menempati rumah warga di wilayah Dusun Kretek, Desa Glagah, Temon. Rumah tersebut berjarak 700-800 meter dari sekolah lama. Sri lalu mengatakan, penyekatan pada dua joglo dan satu pringgitan untuk menyiapkan ruang kelas sudah selesai dilakukan.

Pemindahan peralatan sekolah ditargetkan rampung pada Sabtu (21/10/2017) pekan depan, sedangkan penataan meja dan kursi belajar bakal dioptimalkan hingga hari berikutnya. Dengan begitu, anak-anak sudah bisa belajar di sekolah relokasi sementara pada awal pekan keempat Oktober ini.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabuapaten Kulonprogo sebenarnya sempat mengajukan perpanjangan batas waktu pengosongan lahan. Namun, pada akhirnya posisi sekolah tetap tidak berbeda dengan warga terdampak lain.

Relokasi sementara pun dilakukan karena pembangunan gedung sekolah baru tidak bisa dilakukan tahun ini. “Tempat sementara yang disediakan ini lingkungan tenang, nyaman, jauh dari jalan raya sehingga tidak bising juga,” ucap Sri.

Sebelumnya, Disdikpora Kulonprogo, Sumarsana menilai rumah warga yang akan menjadi tempat relokasi sementara SD Negeri 3 Glagah cukup representatif. Sebanyak dua joglo dan satu pringgitan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas bagi 108 orang peserta didik, sedangkan bangunan rumah dapat dimanfaatkan sebagai ruang perkantoran.

Halaman yang tersedia pun cukup luas sehingga bisa menjadi area bermain atau sarana pembelajaran di luar kelas. Pihaknya juga tengah berupaya membangun pula fasilitas sanitasi tambahan berupa dua unit MCK.

Sumarsana mengungkapkan, gedung baru SD Negeri 3 Glagah akan didirikan di kawasan relokasi warga terdampak di wilayah Dusun Bebekan, Glagah. Namun, proses pembangunannya baru bisa direalisasikan tahun 2018 dan diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp3 miliar.

“Saya harap pada tahun ajaran baru atau paling lambat Januari 2019, anak-anak sudah bisa belajar di gedung baru,” kata dia.

Sementara itu, Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Sujiastono kembali meminta warga terdampak segera keluar dari kawasan pembangunan NYIA, termasuk yang mengikuti program relokasi mandiri maupun magersari.

Paska mengeluarkan surat perintah pengosongan lahan yang mesti dilaksanakan paling lambat pada 22 September 2017, PT Angkasa Pura I akhirnya memberikan toleransi lagi hingga 25 Oktober 2017. Hal itu juga berlaku bagi pemindahan kegiatan pembelajaran SD Negeri 3 Glagah.

PT Angkasa Pura I pun sudah berkoordinasi dengan PLN untuk memutus sambungan listrik di kawasan pemukiman warga terdampak bandara pada 25 Oktober mendatang.

Langkah itu benar-benar akan menjadi peringatan terakhir. Jika masih ada warga yang bertahan dan tidak pindah, tindakan lebih tegas berupa penggusuran bakal ditempuh. “Kami berharap ini berjalan baik dan tidak merugikan pihak manapun,” ujar Sujiastono.

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…