Sulastri memegang foto Dwi Hartanto yang mengenakan baju wisuda Institut Sains dan Teknologi (IST) Akprind, Yogyakarta, Rabu (11/10/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Sulastri memegang foto Dwi Hartanto yang mengenakan baju wisuda Institut Sains dan Teknologi (IST) Akprind, Yogyakarta, Rabu (11/10/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 11 Oktober 2017 22:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Asli Madiun, Ini Latar Belakang Keluarga Dwi Hartanto "The Next Habibie"

Mahasiswa yang mengaku sebagai The Next Habibie ternyata warga Madiun.

Solopos.com, MADIUN — Disebut-sebut sebagai The Next Habibie, nama Dwi Hartanto belakangan ramai jadi buah bibir. Dalam beberapa hari terakhir namanya makin tenar setelah semua kebohongannya terbongkar.

Berdasarkan penelusuran Madiunpos.com, The Next Habibie berasal dari Madiun, Jawa Timur. Mahasiswa doktoral di Technische Universiteit (TU) Delft tersebut lahir pada 13 Maret 1983 dan besar di rumah orang tuanya di RT 006/RW 001, Dusun Santan, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Madiun. (Baca: Dwi Hartanto Palsukan Tanda Tangan untuk Dapat Beasiswa)

Ibunda Dwi Hartanto, Sulastri, 55, mengatakan Dwi merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Ayah Dwi, Kamdani, telah meninggal dunia.

Orang tua Dwi hanya mengenyam pendidikan tingkat sekolah dasar (SD). Ayahnya saat masih hidup bekerja sebagai buruh tani dan ibunya membuka warung makan di rumah.

Sulastri menuturkan Dwi mulai menimba ilmu di SD Warurejo, setelah itu melanjutkan sekolah di SMP 1 Mejayan. Setelah lulus SMP, Dwi melanjutkan sekolah di SMKN 1 Mejayan dengan mengambil jurusan Elektronik.

Setelah rampung di sekolah menengah kejuruan, Dwi hijrah ke Jogja untuk menimba ilmu. Di Kota Pelajar itu, Dwi kuliah di Fakultas Teknik Informatika Institut Sains dan Teknologi (IST) Akprind.

“Dwi lulus dari IST Akprind pada 2005. Setelah lulus, Dwi kerja sebagai asisten dosen selama satu tahun,” kata dia saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (11/10/2017).

Setahun menjadi asisten dosen, pada 2007 Dwi melanjutkan kuliah di Belanda. Anak keduanya itu, kata Sulastri, memiliki rumah di daerah Condongcatur, Sleman, Yogyakarta.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….