Rabu, 11 Oktober 2017 08:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

100% Warga Wonogiri Terbebas dari Kebiasaan BAB Sembarangan

Pemkab Wonogiri memastikan sudah tidak ada lagi warga yang punya kebiasaan BAB sembarangan.

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri menyatakan warga Kota Sukses sudah 100 persen open defecation free (ODF) atau terbebas dari kebiasan buang air besar (BAB) sembarangan terhitung sejak Senin (9/10/2017).

Hal itu dicapai setelah keseluruhan 348.830 keluarga di 25 kecamatan tak ada lagi yang BAB sembarangan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Wonogiri, Mubarok, kepada Solopos.com, Selasa (10/10/2017), menyampaikan atas kerja sama banyak pihak Wonogiri berhasil mencapai ODF.

Selanjutnya, Dinkes melaporkannya kepada Dinkes Jawa Tengah (Jateng) dan meminta tim segera memverifikasi lapangan. Apabila hasil verifikasi baik, artinya keluarga di Wonogiri benar-benar sudah tidak ada yang BAB sembarangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng akan mendeklarasikan Wonogiri sebagai daerah ODF pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November mendatang.

“Sebelum verifikasi tim dari provinsi, sedianya Bapak Wakil Bupati [Edy Santosa] akan meninjau langsung untuk memastikan keluarga yang sebelumnya masih BAB sembarangan sekarang sudah tidak lagi. Rencananya beliau meninjau di wilayah selatan, seperti Karangtengah, Paranggupito, atau lainnya. Kami masih menunggu waktu longgar beliau,” kata Mubarok.

Menurut dia, ODF dapat dicapai berkat kerja sama semua pihak, dari warga dusun, pemerintah desa, kecamatan, sanitarian, Kodim 0728/Wonogiri yang membantu pengadaan jamban sekaligus pembangunannya, dan sebagainya. Sebagai ungkapan syukur, Dinkes akan mengundang pihak-pihak tersebut untuk mendeklarasikan ODF di Pendapa Rumah Dinas Bupati, 14 November mendatang.

Terpisah, Kabid Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Wonogiri, Heru Nur Iswantoro, mengatakan pencapaian ODF tak mudah. Banyak tantangan yang dihadapi dalam mengubah pola pikir warga yang sudah telanjur merasa nyaman BAB sembarangan.

Capaian 100 persen ODF bukan berarti ODF secara sempurna. Ada beberapa orang yang tak bisa atau tak mau diarahkan sehingga tetap BAB sembarangan di sungai atau di kebun. Mereka beralasan sudah nyaman dengan kebiasaannya tersebut.

Biasanya mereka itu orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun. “Hal utama dari program ini adalah mengubah pola pikir. Kalau pola pikirnya tak bisa diubah, orang akan tetap BAB sembarangan meski sudah memiliki jamban. Bisa saja saat ada peninjauan mereka BAB di jamban, tapi saat tidak ada peninjauan BAB sembarangan. Oleh karena itu, meski sudah ODF tim gabungan tetap aktif menyisir permukiman, utamanya yang dekat dengan sungai. Kalau ada yang kedapatan BAB sembarangan langsung diarahkan,” kata Heru.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…